Ternyata Kaya Tujuh Turunan
Agnis menghela napas panjang kemudian menyandarkan punggung pada sandaran kursi, “Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku takut, marah, kesal tapi juga khawatir.”
“Semua perasaan itu valid,” ragu tapi dia merasa tidak ada salahnya mengucapkan itu, “Perasaan kamu campur aduk karena kejadian tadi memang mengerikan, tidak terduga dan…” Dia mengendikkan bahu, “Intinya buat kamu emosi. Jadi semua perasaan itu nggak ada yang aneh.”
Perlahan wajah pias Agnia mulai berwarna. Masih jauh dari kata segar tetapi itu cukup melegakan hati Narendra, “Enakan?”
Bab Populer