MENYESAL SETELAH MENDUA
batin Gibran, ada rasa penyesalan dalam hatinya.
"Tante, kami permisi pulang dulu." Setelah berpamitan, Gibran mengajak istrinya untuk pulang.
Dalam perjalanan, keduanya diam dan mereka sama-sama ada dalam pikiran masing-masing. Gibran menyesal, karena sudah berbuat yang seharusnya tidak ia lakukan. Sementara Kania menyesal karena sudah bertindak ceroboh, seharusnya ia bisa lebih sabar sedikit.