Jeruji Tanah Anarki
“Namun, manis yang diharap, pahit dan pedas yang didapat. Tempat yang disangka akan menjadi rumah, justru menjadi kurungan haus darah. Pasukan elite mengepung, ratusan anak panah siap dilepaskan dari busurnya seakan-akan mengincar titik fatal pemutus nadi, pedang tajam dan berkilau menjadi sapaan penyambut kedatangan kami. Dari balik pintu, Taeral datang bersama amarahnya, membawa dua pilihan sulit bagi Ascal dan Jill. Menyadari keadaan tak berpihak, dua pendatang itu maju perlahan ke depan, menurunkan tubuh hingga lutut mereka menyapa bumi, meletakkan senjata tanpa ragu, lantas mengangkat kedua tangan ke atas kepala.”
Embusan napas berat terdengar di dalam zulmat itu seperti penanda tidak b
Hot Chapters