TETANGGA TAPI PANAS
Senyum itu bukanlah senyum kelegaan, melainkan seringai sesosok iblis yang merasa sangat terhibur karena mangsanya ternyata masih memiliki nyali untuk melawan.
Dalam benak Dimas yang paling kelam, ia sama sekali tidak takut mati di lorong pengap ini. Jika ia mau, pertarungan ini bisa berakhir dalam hitungan detik. Di balik jas navy mahalnya, tepat di pinggang bagian belakang yang tertutupi oleh ikat pinggang kulit, terselip sebuah pistol semi otomatis kaliber sembilan milimeter yang terisi penuh. Senjata api yang selalu ia bawa sebagai bentuk pengamanan mutlak. Dimas bisa saja menarik pistol itu sekarang juga, menekan pelatuknya, dan meledakkan kepala Vico hingga hancur berkeping-keping.
Bab Populer