TERALIS WAKTU
ceritaku panjang
Ibu memegang kepalaku, mencium keningku.
“Iya sayang ... Iya, Mama dengar semuanya, Mama mengerti sayang, Mama ngerti!” katanya memegang kepalaku, berbicara memandang mataku sambil terus menciumiku.
“Sudah, sudah Sayang! Mama tahu semua yang dia bilang pasti enggak benar.”
“Mama tahu anak Mama, Mama yakin anak Mama enggak mungkin melakukan itu. Anak Mama anak Sholehah, yang enggak mungkin sengaja menyakiti hati orang yang lebih tua apalagi mertua.”
Hot Chapters