Pernah baca noveltoon dengan tema pernikahan terpaksa yang endingnya bikin senyum-senyum sendiri. Justru karena awalnya dipaksa, konfliknya lebih greget dan perkembangan karakternya terasa natural. Misalnya pasangan yang awalnya benci jadi saling memahami karena terpaksa hidup bersama. Ending bahagia di sini terasa lebih 'earned'—seperti hadiah setelah perjuangan panjang. Tapi memang tergantung bagaimana penulis membangun chemistry mereka. Kalau chemistry-nya dipaksakan, ending bahagia malah terasa klise.
Di sisi lain, ending sedih bisa bikin cerita lebih memorable. Tapi risiko besar buat genre romantis yang biasanya dicari pembaca untuk escapism. Aku lebih suka ending bahagia dengan twist, misalnya mereka tetap bersama tapi hubungannya tidak konvensional, atau ada pengorbanan besar di balik kebahagiaan itu.