Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter, Sentuh Aku Lagi

Dokter, Sentuh Aku Lagi

tanya Avrisha, menatap benda itu dengan waspada. “Micro camera. Bisa rekam video dan suara. Kualitas HD. Baterai bisa tahan dua minggu. Tersambung langsung ke aplikasi ini.” Ia memperlihatkan ponselnya. Layar menampilkan antarmuka simpel, tampilan kamera dengan tombol ‘record’ dan ‘mic’. “Taruh di kamar Kirana. Usahakan menghadap ke tempat tidur, atau ke lemari. Jangan terlalu mencolok. Sensor geraknya aktif otomatis kalau ada suara atau gerakan.”
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Sahabat Suami

Hasrat Liar Sahabat Suami

Ria berteriak sambil melambaikan tangan saat mobil mulai perlahan menjauh dari rumah. Tak satu pun dari mereka menyadari bahwa dari kejauhan, tersembunyi di balik pepohonan di seberang jalan, sebuah kamera sedang mengawasi. Lensa hitamnya memotret tanpa henti—jepretan demi jepretan, menangkap momen demi momen dengan presisi menyeramkan. Seseorang sedang memperhatikan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Sang Fotografer

Terjerat Cinta Sang Fotografer

Aku sedikit tergagap menjawabnya. Lalu kukeluarkan kamera dari dalam tas. Aku tidak pernah meninggalkannya di studio. Bagiku kamera itu begitu berharga. Hidupku terasa ada yang kurang tanpa benda itu. Cataleya berdiri dari tempat duduk lalu mengikuti langkah demi langkah kakiku yang bergerak mendahuluinya. Demi apapun baru kali ini aku merasa gugup, canggung, dan kikuk sebelum memulai pemotretan, seakan ini adalah untuk pertama kali. Padahal sudah tak terhitung lagi aku melakukannya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

Saya sedang membutuhkan kehadiran kamu sekarang. Duar!! “Kamera.. Kameranya ada disebelah mana sih? Gue mau lambai tangan aja deh!! Nggak like gue kalau prank-nya begini! Please lah! Hati udah potek, jangan dijahilin dong!”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku

Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku

Dia terduduk di atas ranjang, seakan-akan baru saja bebas dari bahaya. Tidak berani membuang-buang waktu lagi, dia buru-buru mencari apakah ada kamera atau semacamnya di dalam kamar ini. Setelah mematikan lampu, tanpa waktu lama, dia langsung menemukan sebuah kamera lubang jarum di atas TV di seberang ranjang. Kamera tersebut masih mengedipkan cahaya berwarna merah. Rhea mencabut arus listrik kamera tersebut tanpa ekspresi, lalu duduk kembali di atas ranjang, memikirkan apa yang harus dilakukannya selanjutnya.
9.468.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Dia nyaris mengompol di celana melihat kepalan tangan raksasa yang hampir meremukkan wajahnya sekaligus alat kerjanya. "Astaga naga... lo mau bikin gue bangkrut di hari pertama, ya?!" bentak Renata dengan napas tersengal-sengal. Jantung produser itu berdetak gila-gilaan menatap kameranya yang nyaris jadi rongsokan besi. "Itu namanya kamera! Buat ngerekam muka lo, bukan monster, Ar!"
9.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Ketika Si Jenius Menjadi Tokoh Antagonis

Ketika Si Jenius Menjadi Tokoh Antagonis

Aku mengambilnya dari tas yang ku bawa dan memberikannya pada Zennofer. "Ini kamera! Gunakan saja jika kamu mau!" Zennofer terheran dengan benda tersebut, "Untuk apa?" "Menangkap gambar," ucapku yang hanya memandangi laut. "Tekan saja tombol di atasnya itu saat melihat pemandangan yang ingin kamu simpan!" Sebuah kertas tiba-tiba keluar dari kamera tersebut. Ia terpukau melihat gambar yang ada pada kertas tersebut. Aku melihat sosokku yang sedang memperhatikan pemandangan laut dengan tatapan yang datar.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
A Fake Protagonist

A Fake Protagonist

“Aku akan melakukan ini, apa pu risikona. Aku akan melakukanna. Demi kakakku.” Romeo mengangguk paham. “Baiklah, kalau begitu … pakai ini.” Aland menerima sebuah benda kecil dengan antena. Ia mengernit menerima itu karena tak tahu benda apakah itu. “Itu kamera, selipkan di kancing kemejamu. Semua percakapan dan kejadian ang terjadi di sana akan direkam di sana. Agar kita memiliki bukti untuk membongkar kejahatan mereka.”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Tanpa mereka sadari, sebuah camera tanpa suara merekam kejadian itu. "Kamu tambah cantik, Helena." Ucap Faiz. "Asiiik ada yang memuji nih." Helena tertawa. Faiz senyum-senyum. Sekali lagi sebuah camera merekam wajah ceria keduanya yang sedang tertawa bahagia. "Aku lagi ngadain promo besar-besaran nih. Barangkali kamu butuh camera CCTV, Helena." Ucap Faiz menunjukkan gambar di layar ponselnya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Kamera keamanan di sudut ruangan berkedip sekali… lalu mati.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai the camera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status