Contradiction
“Kau mau bebas silahkan, tapi ada satu hal dan ini sekali aja.”
Entah kenapa, Aruna merasa nada bicara Arsen berbeda dari biasanya. Atau mungkin, berusaha menahan emosi?
Nggak mungkin bisa! Buktinya, terus-menerus membentakku!
Aruna tidak percaya kalau Arsen ingin berubah, tetapi ini agak aneh baginya. Berusaha melepas satu tangan Arsen yang mendekap eratnya—sulit. Jengkel, karena Aruna masih ada rasa tetapi muak dengan Arsen—selalu omong kosong belaka yang didapatnya.
Bab Populer