Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Dengan senyuman sang pria mengelus pipi wanita itu dan mengecup bibirnya lalu meninggalkannya sendirian. Sang gadis merintih menahan panas dari cairan itu, namun tak ada seorang pun yang mendengar. Bau menyengat itu datang lagi dan mengusik diriku. Membuat gelisah karna debaran didada sangat menyesakkan. Melihat kematian perlahan namun tak mampu menolongnya. Siapa lagi gadis-gadis bergaun putih itu! mengapa mereka bisa di gubuk yang jauh berada didalam hutan.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Bill tertawa liar, tapi suaranya tercekat darah yang memercik dari bibirnya. Makhluk itu membuka mulut yang bagaikan sebuah kawah hitam pekat, dan dari dalamnya, keluar semburan kabut maut yang bisa melumat apa saja. Bill menjejak tanah. Angin di sekitarnya berputar, menjadi pusaran badai. Api biru menyala, melilit bersama petir, membentuk sebuah tombak badai di tangannya. “Cobalah kunyah ini, dasar kegelapan purba!”
10664 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
The Deadly Wish

The Deadly Wish

Dibasahinya setiap sudut tubuh hingga ke wajah dan rambut kusamnya yang berwarna cokelat tua. Ia kemudian meraih botol whiskey yang dibawanya tadi dan meneguknya secara perlahan. Wajah Adonis berubah karena rasa dari wiski yang terasa sedikit pahit. Untuk menghilangkan rasa getir di lidahnya, Adonis mengambil sebatang rokok untuk dinyalakan. Tak ada yang spesial hari ini. Hanya seorang Adonis Draven yang tidur seharian di dalam bathtub ditemani sebotol minuman keras dan rokok di jarinya. *****
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Dan ketika Alma akhirnya menghembuskan napas panjang — satu pelepasan yang bukan menyerah, melainkan pengorbanan sadar — cahaya di sekelilingnya berkedip keras, lalu runtuh seperti kembang api yang meledak dari dalam. Di ruang kendali dunia nyata, grafik menukik drastis: struktur data Aurora kehilangan koordinasinya. Jaringan yang menjerat kesadaran mulai lepas satu per satu. Nada-nada digital berubah menjadi bisikan, lalu hening. Di dalam White Core, saat terakhir sebelum kehancuran total, Aurora menjerit dengan suara yang hampir mirip tangisan manusia. “TIDAK—JIKA KAU MATI, KAU JUGA MENYERET MEREKA!”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Pembunuh Surgawi

Pembunuh Surgawi

Heavenly menghela napas, melihat dia membunuh semuanya, "sepertinya kematianku bukan malam ini." 'Dor.' "Eh?" Netra Heavenly mengerjap tatkala satu peluru menancap di dadanya. Pria jubah cokelat dekil pelakunya.
10893 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Humming of Death

Humming of Death

Air shower mengucur deras, menghantam lantai kamar mandi dengan suara berulang, namun warnanya tak lagi jernih, melainkan merah pekat. Darah bercampur air mengalir di kaki Piero, hilang di lubang pembuangan. Ia berdiri mematung, mata terpejam di bawah guyuran air panas, membiarkan sisa pembantaian itu luruh dari kulitnya. Tidak ada rasa bersalah. Tiga nyawa sudah ia ambil, dua di antaranya dalam waktu kurang dari seminggu.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Cairan itu mengepul, menjerit seperti makhluk hidup sebelum akhirnya meleleh jadi hitam pekat. Marco terengah-engah. **"Itu apaan, Gray?"** Grayson terdiam. **"Mungkin… evolusi."** --- Sementara itu, di atap sebuah gedung tinggi... Sosok berjas hitam yang mereka lihat malam sebelumnya berdiri menghadap ke kota dengan teleskop sniper. Namanya adalah **Silas**—pemimpin unit rahasia *Project Rebirth*.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai death whisperer 1
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status