Tuan Pengawal Milik Nyonya Arogan
'
"Tuan, aku akan membayarmu—betul, aku akan membayarmu karena kamu sudah jauh-jauh datang ke sini. Tapi, aku tidak akan melakukan 'itu' denganmu, paham?"
Pria itu mengernyit, tak mampu menyembunyikan kebingungannya lagi. "Kenapa? Apakah saya kurang menarik?"
Charlotte mengamati penampilan pria di hadapannya itu dengan kening berkerut. Kalau boleh jujur, pria itu lebih dari sekadar menarik. Bahkan, rasanya dia sedang berhadapan dengan seorang atasan dari pemilik perusahaan besar.
Mulai dari setelan, tatanan rambut, jam tangan mewah, bahkan parfum yang terendus, pria itu tidak seperti gigolo biasa.
Hot Chapters