Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penghancur Dunia Magis

Penghancur Dunia Magis

Berganti dengan warna; merah, biru, kuning, dan hijau dimasing-masing lokasi dengan waktu yang menunjukkan 10 jam dan terus berkurang. Lapangan luas yang dikelilingi tembok tinggi ini seakan membagi dirinya menjadi empat kubu, bersamaan dengan ucapan William yang berakhir. Rumah-rumah buatan ini seakan menyesuaikan warnanya dengan layar besar-hal ini dikarenakan sinar layar yang cukup terang sehingga sinar tersebut menyebar ke rumah-rumah.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as the colors of our time
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Langit di atas mereka berubah lembut, bukan warna biru, bukan jingga, tapi campuran keduanya, warna yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ratih menatap langit itu dan tersenyum. “Itu warna baru, bukan?” Arjuna mengangguk. “Itu warna masa depan, warna dari hasil pertemuan antara rasa dan waktu.” Raksa menatapnya. “Kau yakin dunia akan belajar?” Arjuna menatap langit yang perlahan terang. “Dunia mungkin lupa. Tapi waktu selalu mengingat.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as the colors of our time
Read
+Library
Kembali Bersama Waktu

Kembali Bersama Waktu

kata Awan. Awan mencoba mengingat kembali semua ingatan baru itu. Mencoba mereka-reka apa saja yang terjadi selama dia terjebak di masa modern itu. Dia tak pernah menyangka bahwa selama ini apa yang dia jalani di masa modern bukanlah hidupnya yang nyata. Di sana dia hanya tersesat dan melupakan tentang keberadaannya di masa ini. Atau lebih tepatnya dia berusaha melupakan dirinya yang di masa ini? Sosok hitam bermata merah yang menggantikannya di masa ini telah bertualang dari satu tempat ke tempat lain untuk terus menunjukkan eksistensi Awan, agar pergerakan waktu tak menjadi timpang.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as the colors of our time
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

**** Seminggu telah menjadi hari membosankan Claire di rumah sakit, dan hari ini dia akirnya keluar, “hei, sudah kubilang, jangan datang, aku bisa melakukannya sendiri, lagi pula dokter sudah bilang aku sehat menyuluruh” Sven hanya berdehem dan terus melangkah kedepan, melihat sikap acuhnya Claire hanya bisa menghela nafas lalu tersenyum. Dia mengejar Sven dan mulai berbicara banyak. Sampai pada asramanya, Claire mulai merapikan barangnya, hingga memperhatikan angka-angka yang di dua sebagai kalender kuno, diatas meja, tepat tanggal ini ada lingkaran merah, sepertinya adalah tanggal penting, setelah mengingat untuk waktu yang lama. Ah, hari ini adalah hari pringatan kematian ibu pemilik asli
2.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as the colors of our time
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Kami tidak tahu berapa lama telah berlalu, karena matahari tidak lagi terbit dan tenggelam, ia hanya berubah warna, dari emas ke biru, dari biru ke merah muda, dari merah muda ke putih lagi. Waktu di sini bukan urutan, tetapi ritme. Setiap kalimat baru yang muncul di langit berarti waktu telah bergulir satu langkah. Kadang dunia menulis hal-hal kecil: sebuah kalimat pendek tentang hujan, tentang seseorang yang tertawa di kejauhan,
716 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as the colors of our time
Read
+Library
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Senyum ramahnya menghias menambah kecantikannya. “Lukisan ini berjudul ‘Time Color’, pelukisnya ingin menyampaikan tentang waktu yang berjalan atas kehendaknya sendiri.” Wanita cantik itu menatap bangga pada lukisan berbentuk mirip pusaran bernuansa merah bercampur hitam dan kuning di hadapannya. “Artinya ...?” Kemala penasaran mengapa Bhre Atman mengatakan demikian. “Waktu hanya berjalan maju, ia bahkan tidak mau diatur mundur, lebih cepat atau pun lebih lambat.” Kurator wanita itu menjelaskannya lebih detail pada Kemala.
1032.7K viewsCompletedAdded to Library 751 Times as the colors of our time
Read
+Library
True Colour

True Colour

Di sebuah Sekolah Elite yang memiliki bangunan yang megah dengan pilar-pilar yang tinggi menjulang, terlihat suasana ramai Para Remaja London yang baru tiba. Berbagai kendaraan dengan harga selangit sudah biasa menjadi pemandangan di area halaman depan sekolah itu. Seragam yang mereka pakai pun tidak seperti seragam sekolah-sekolah lain. Kemeja, dasi, celana panjang, rok dan jas masing-masing dari Brand Channel yang didesain khusus dengan warna hitam merah yang elegan. Bukan hanya kekayaan yang melimpah, semua siswa yang bersekolah memiliki paras yang rupawan bak malaikat yang turun ke bumi.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as the colors of our time
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Jika mereka merasa ingin bermeditasi selama seratus tahun, mereka melakukannya tanpa kehilangan momen apa pun di dunia luar. "Waktu telah menjadi budak kita, bukan lagi tuan kita," tulis seorang penyair Nuranipura. Setiap orang di Nuranipura kini memiliki warna aura yang unik dan permanen, yang disebut The Soul-Colors. Warna ini tidak bisa disembunyikan dan mencerminkan tingkat kesadaran mereka secara instan. Hal ini menciptakan masyarakat yang sangat transparan dan jujur. Hubungan antarmanusia menjadi sangat murni karena setiap orang bisa melihat "Warna Hati" pasangannya atau temannya secara langsung.
735 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as the colors of our time
Read
+Library
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Asap itu berputar bagaikan sebuah pusaran berbentuk batang bulat padat, bagai sebuah sinar lampu senter yang keluar dari 'sumur waktu' itu. Setiap beberapa saat asap itu berubah warna, kadang biru, lalu merah, lalu biru muda. Namun anehnya tiada suara angin kencang terjadi, hanya suara desisan saja layaknya. "Ampun Gusti Pangeran. Pada saat asap berwarna merah silahkan Gusti Pangeran masuk ke dalam sumur waktu itu, karena merah berarti bumi, biru tua berarti samudera, dan biru muda berarti langit.
1024.5K viewsCompletedAdded to Library 908 Times as the colors of our time
Read
+Library
PRESENCE & TIME

PRESENCE & TIME

Setelah mengucapkan itu, Nenek penjual bunga mawar itupun pergi meninggalkan Amelyce dengan berbagai ribuan pertanyaan muncul yang belum menemukan titik terangnya. "Garis takdir?" -Presence&Time- Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Hembusan angin dingin menerpa kulit Amelyce yang terbuka, gadis itu duduk di dekat jendela menikmati bentangan bintang di atas sana. Suara daun kering saling bergesekan, udara dingin semakin kencang menerbangkan beberapa helai rambut Amelyce, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as the colors of our time
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status