Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERGI UNTUK KEMBALI

PERGI UNTUK KEMBALI

Zein terus menggeleng sambil tertawa saat Radit berkali-kali salah menebak apa isi kotak kado tersebut. “Bukan robotan,” jawab Zein. “Ayo dibuka sekarang!” Aku dan Radit sesaat terpana saat melihat apa yang Zein persiapkan sebagai hadiah. Selembar kertas putih yang memuat lukisan telapak tangan Zein terbaring di dasar kotak. Telapak tangan mungil itu dihiasi serbuk berkilap warna-warni sehingga terlihat indah. Di bawahnya tertera tulisan namanya sendiri dengan tinta yang juga warna-warni.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Dion lalu tersenyum dan memperlihatkan beberapa paper bag itu lalu membaginya pada setiap orang, bahkan Jasman dan Peter juga mendapatkan satu. “Opo ini toh, Le?” tanya Budhe Dewi. “Dari Venus!” Tiba-tiba Cindy dan Ayu memekik keras dan heboh. Mereka langsung membongkar isi paper bag yang diberikan Dion dan ternyata berisi album dengan tanda tangan asli juga photocard edisi terbatas yang tadi diinginkan oleh keduanya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

"Oh, aku hampir lupa. Aku punya sesuatu untukmu." Gisela menyerahkan sebuah paperbag kecil. William yang melihat itu, hanya mengerutkan kening. Tidak ada pergerakan dari pria itu. "Ini apa? Aku tidak sedang ulang tahun." "Aku tidak memberiku kado ulang tahun. Di dalamnya bukan barang mewah dan mahal, sih. Tapi ini tanda terima kasih dariku karena kamu sudah menolongku waktu itu," jelas Gisela. Semakin mendorong paperbag itu ke hadapan William.
809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Usai Bangun dari Koma

Usai Bangun dari Koma

Dan di luar, matahari siang terus bersinar, menandai hari baru bagi keluarga kecil itu—meski bayang-bayang pertanyaan baru pun ikut hadir di antara mereka. Dipta masih memandang paper bag itu dengan tatapan penuh tanda tanya. Setelah berada di ruang kerjanya, ia membuka laci dan mengeluarkan beberapa paper bag serupa yang ia simpan rapi. Di dalamnya, ada hadiah-hadiah lain yang tak kalah mewah: dompet kulit mahal, dasi branded, hingga pulpen edisi terbatas. Sudah hampir empat minggu ini, entah siapa yang rutin mengiriminya barang-barang mahal itu.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Sang Majikan

Pengantin Pengganti untuk Sang Majikan

Sebuah pertengkaran. Sementara itu, Jenn sendiri tidak terlalu peduli bagaimana perasaan dan apa yang sedang dirasakan oleh Javier. Gadis cantik itu justru sibuk nebak-nebak, sekiranya hadiah apa yang ada di dalam paper bag itu. Perhiasan mahal? Voucher belanja? Tas atau aksesoris lain?
9.750.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Cinta Tersembunyi Paman Jorge

Cinta Tersembunyi Paman Jorge

Karena sejam kemudian, hatinya sudah luluh saat Eden datang dengan membawa sebungkus kotak kecil yang dibungkus pita merah dan satu paper bag. “Apa itu?” tanyanya dengan wajah jutek, saat Eden mendatanginya di teras rumah. ‘Buka saja,” ucap Eden sambil menyerahkan paper bag dan kotak kecil itu. Calista menerima dengan heran sambil melihat isi paper bag dan terpesona dengan isinya. Sebuah tas rajut yang harganya lumayan mahal. Calista tahu karena ini dilihatnya di gift shop yang ada di seberang villa mereka.
9.97.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Dari Istri Terbuang Menjadi Milik Penguasa Dunia

Dari Istri Terbuang Menjadi Milik Penguasa Dunia

Cecilia melirik tajam ke Kayla, sebelum ekspresi wajahnya berubah senyum ketika memandang Chloe. “Chloe, aku membeli hadiah ini dengan tabunganku.” Cecilia mengulurkan paper bag yang dibawanya ke Chloe. Matanya melirik ke Kayla, sebelum dia kembali berkata, “Bagaimanapun, sahabat terbaik harus diberi yang terbaik.” Chloe menerima paper bag dari Cecilia. Dia menengok ke dalam paper bag ini. Isinya sama persis dengan ingatannya dari kehidupan sebelumnya.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

“Jennie, sayang. Kau sudah selesai mengemasi barang-barangmu?” Jennie mengangguk, “Sudah, Profesor. Saya hanya ingin mengucapkan… terima kasih.” Ia menyerahkan paperbag kecil berisi buku catatan kulit yang diembos nama sang profesor dan sepucuk surat tulis tangan. “Oh, Jennie…” suara Dokter Ingrid melembut, matanya membaca nama di kado itu. “Ini... untukku?”
10978 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Kalau bisa baku hantam sekalian, biar puas! “Ika, Papi punya hadiah untuk kalian. Bukanya saat di rumah saja, ya.” Papi tiba-tiba buka suara. Lelaki itu mengambil ransel kerjanya yang sedari tadi dia taruh di bawah meja. Mengambil sesuatu dari dalam sana, kemudian mengeluarkan sebuah paper bag bermotif batik dengan ukuran sedang. Bingkisan tersebut dia sorongkan ke arahku. Segera kusambar benda tersebut dan melihat isi di dalamnya. Sebuah kotak warna hitam berbahan beludru dan selembar amplop cokelat. Kotaknya tak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Seperti kotak perhiasan. “Hadiah? Dari Papi?” tanyaku skeptis.
1065.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Cinta Membuatku Takut Kehilangan

Cinta Membuatku Takut Kehilangan

Dia memberikan paper bag di tangannya pada salah satu anak yang badannya lebih besar dari yang lain. Setiap menerima paper bag berisi surat-surat cinta dan hadiah lainnya—entah itu cokelat, makanan, dan bunga sekalipun, Air selalu memindahkan surat-surat tersebut ke dalam tasnya, dan memberikan hadiah-hadiah tersebut kepada anak-anak penjual koran. “Terima kasih, Kakak Ganteng!” mereka berseru serempak.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai the gift in beautiful paper
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status