Tinta Merah Takdir yang Terhapus
Ia mengenakan gaun harian tartan yang sederhana, warnanya sesuai dengan suasana musim gugur, dan sepatu hak rendah kulit yang nyaman, mencerminkan fokusnya pada efisiensi.
Seraphina melangkah masuk dengan kehati-hatian ganda. Di tangannya, ia membawa catatan kiriman itu dengan jari-jari yang tegang, seolah kertas itu adalah kawat tipis yang dialiri listrik. Wajahnya menunjukkan keterkejutan yang menahan diri.
"Nona, ini... hadiah yang sangat tidak terduga dari Yang Mulia Putra Mahkota," bisik Seraphina, memegang kertas itu seolah itu adalah racun yang telah dideteksi.
인기 회차