Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
(Not) One Night

(Not) One Night

Lalu kenapa sekarang penuh dengan paper bag? Karena penasaran, Evelyn membuka paper bag yang ukurannya paling besar. Evelyn mengeluarkan isinya, yang ternyata adalah satu buah blouse berwarna hijau mint dan satu celana jeans berwarna putih. Sesuatu jatuh saat Evelyn mengambil blouse tersebut. Evelyn memungutnya, dan ternyata itu adalah sebuah kertas. Atau mungkin, lebih tepatnya adalah sebuah surat. Terima kasih atas semuanya semalam. Ini semua hadiah untukmu. Ambilah.
1.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 51 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan

Sebuah gelang emas yang cukup besar, berkilauan dalam cahaya senja. Dan di atasnya, ada secarik kertas kecil dengan tulisan tangan yang rapi. “Untuk Yumi.” Ilona terdiam. Dadanya terasa sesak oleh emosi yang tiba-tiba menyergapnya. Bu Sari bukan hanya mengembalikan uang mereka, tetapi juga memberikan hadiah berharga untuk Yumi, sebuah gelang emas.
1012.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 339 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Suara Julian dari sudut meja membahana, menutup inti perjamuan. Tidak ada yang terdengar, maupun mengangkat tangan. Tili kembali mengambil alih. “Saya akan membagikan kertas, silakan menulis berapa jumlah pembelian yang Anda inginkan. Dan graphite yang saat ini ada di tangan Anda akan menjadi hadiah bersama…” Tili memberi tanda, dan pelayan yang sudah menyiapkan kotak hadiah—dan gulungan kertas, maju bersamaan.
1020.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 420 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Rahasia Pewaris Culun

Rahasia Pewaris Culun

Satu kertas dengan gradasi warna pink sesuai dengan plastik dari buket bunga yang Rion pesan. [Bagiku, engkau seperti carnation yang mekar begitu indah nan cantik. Kuhadiahkan buket ini untuk orang spesial yang ada dalam hatiku. Jaga selalu hatimu untukku, Enzie. Tanpamu, hidupku terasa hampa. I love u.] Isi pesan dari sepucuk kertas yang Kenzie baca.
1010.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 216 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Bingkainya terbuat dari kayu yang dicat warna gold, dengan taburan manik-manik silver. Kertas undangan sangat tebal dan halus. Jika diusap, atau digerakan, wangi lembut tercium dari kertas itu. Elegan dan mewah. Bisa kutaksir harga undangan ini. Yang pasti sangat mahal. Entah juga harga souvenirnya. Luar biasa. "Wow ... Busyet. Siapa yang punya undangan ini Mas? Seumur-umur baru pernah yah, kita dapet undangan mewah seperti ini. Ck... Ck.." Talita berdecak kagum.
9.6261.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 9.4K Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Beautiful In White

Beautiful In White

tanyanya. Dejun seperti mengingat sesuatu. "Ah, yang warna merah muda bukan? Ada di kamar Jisung sepertinya. Tadi aku tidak sengaja melihatnya saat akan mengambil sepatu," sahutnya. "Astaga Jisuuung! Itu kan limited edition!" seru Karina sambil menghentakkan kakinya. Dejun mengusap pelan surai dark blue milik Karina. "Ya sudah berikan saja untuk Jisung, nanti kita beli lagi. Akhir-akhir ini bibirku juga sedikit pecah-pecah, jadi aku akan membelinya juga."
3.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 116 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Meet With Mr. Mafia

Meet With Mr. Mafia

Anne tidak mungkin menceritakan dengan jujur hal tersebut kepada orang tuanya. "Oh ya, aku membawakan oleh-oleh untuk kalian. Ini untuk Ayah, dari Justin. Dan ini untuk Ibu," ucap Anne sambil menyerahkan dua paper bag yang ia bawa. Belinda dan William menerima hadiah itu dengan senyum bahagia. Di dalamnya, satu set perhiasan cantik untuk Belinda dan sebotol wine mewah untuk William. William tertawa kecil melihat isi di dalam paper bagnya.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 41 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

“Kenapa, Bang?” Tanpa menghiraukan tatapan Saga yang mulai terlihat kesal, Langit mendekat. Ia menyerahkan sebuah paper bag warna putih dengan hiasan pita hitam yang tampak manis. “Ucapan terima kasih,” katanya. Wendy menerimanya dengan mata memicing penasaran. “Bang Langit kayaknya lagi seneng banget ini,” godanya, “kayak orang jatuh cinta aja.”
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Anak Rahasia Presdir Impoten

Anak Rahasia Presdir Impoten

Gadis itu mendekati Aya sembari membawa sebuah paperbag berukuran sedang dengan logo sebuah merek produk berkualitas tinggi "Hadiah dari kami berdua memang nggak semewah punya suami atau mertuamu, tapi kami membelinya dengan ketulusan tingkat tinggi, Ay. Semoga kamu suka," ucap Gina. Gadis itu menyerahkan paperbag tersebut. "Selamat ulang tahun ya, sahabat terbaikku. Ini hadiah dariku dan Mas Niko." Aya menerima paperbag tersebut dengan senyum lebar. Ia kembali terharu dengan kepedulian sahabatnya. "Apa pun dari kalian, aku pasti suka, Gin. Terima kasih banyak ya."
9.8173.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.1K Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
Love and beautiful life

Love and beautiful life

ujarku dengan cepat “Bisa di bilang begitu.” “Baiklah kalau begitu sini,” balasku sambil mengulurkan tanganku kepadanya. “Hm? apa? tanganku? tidak perlu kitakan sudah sampai.” “Apa yang kau bicarakan, sini handphone mu.” “Ahhh handphoneku,” jawab Daisy tertunduk malu dan menyerahkan handphonenya kepadaku. Aku terkekeh melihat tingkahnya yang menggemaskan, setelah membuat kontakku di hpnya dan juga menyalakan GPS tanpa sepengetahuanya aku menyerahkan handphone tersebut kepadanya.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 46 Beses bilang the gift in beautiful paper
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status