Genius Liar
ucapku disertai lelehan air mata yang gagal aku bendung.
“I am not a good wife. I’m a bad wife. Please ... forgive me,” kataku sembari menutup wajah dengan telapak tangan. Raefal refleks memelukku.
“Nggak, Indi. Aku yang salah. Kamu bener, seharusnya aku jujur dari awal. Bukan kamu yang harusnya minta maaf, tapi aku. Maaf, maafin aku juga,” katanya, memelukku begitu eratnya hingga rasanya dadaku sesak.