BAYANGAN DI BALIK WARISAN
Tangannya menyentuh buku bersampul hitam tebal, jari-jarinya gemetar seolah merasakan arus listrik halus dari kulit buku itu.
“Kadang,” katanya lirih, “buku memilih siapa yang pantas membacanya.”
Tuan Greaves kembali ke mejanya, mencatat sesuatu dengan bulu pena yang tampak terlalu baru dibanding sisanya. Kemudian, dia menoleh ke jendela di belakangnya yang berembun, seperti mendengar sesuatu yang tak bisa didengar orang lain.
“St. Soulheim akan bergetar malam ini,” gumamnya. “Aku bisa merasakannya dari debu yang tak mau diam di rak... dan dari halaman-halaman yang mulai membuka sendiri.”
Bab Populer