Duka Pernikahan
“Aku nggak mau dipermalukan, Renjana. Aku bukannya memutus tali silaturahmi. Cuman, ini kan pernikahan kita. Nah aku juga pengen dong kalau kita bahagia. Maksud aku, kan orang-orang udah tahu kamu sama Yoga udah lama. Kalau dia diundang, bagaimana nanti tamu yang ledek
kamu? Maaf nih, ya. Aku nggak bermaksud buat sakiti perasaan kamu. Tapi aku nggak mau kamu ingat, Yoga!”
“Hanif, aku juga hargai perasaan kamu. Kita suami istri bukan? Aku paham kok maksud kamu. Jadi aku nggak bakalan nyakitin kamu juga. Aku paham kok bahwa pesta kita itu sangat berharga. Aku mungkin nggak ada rasa, kita sama-sama orang asing yang berdiri di pelaminan tanpa rasa. Tapi ada tujuan, kan? aku harap kita juga nggak
Hot Chapters