Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku
Aku menyentakkan tangan, mencoba mendorongnya menjauh.
“Jangan sentuh aku!”
Namun, baru saja tanganku menyentuh lengannya, dia langsung membalikkan tangan dan mencengkeram tanganku.
Telapak tangannya seperti tang jepit besi, kekuatannya begitu besar hingga aku tak bisa melepaskan diri sama sekali.
“Nyonya, jangan melawan.” Nada bicaranya memberat, terselip peringatan di dalamnya, “Membuatku kesal nggak akan menguntungkanmu.”