Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
100 Days To Launa

100 Days To Launa

Rentetan pertanyaan dalam satu kali tarikan napas membuat Gama enggan untuk tidak tertawa. "Kepedean, mana mau sama cewek alay kayak lo. Bukan tipe gue," sahut Gama menggeleng pelan. Cowok itu mendorong bahu Launa lalu bangkit tanpa merasa bersalah saat tubuh kecil itu nyaris jatuh pada tumpukan batu-batu besar di bawah sana. Kaki Gama menyentuh permukaan air laut yang ribut sore ini, di atas bebatuan tepi pantai keduanya cukup serasi.
10950 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

“Lihat dulu yang kubawa, baru kamu boleh memutuskan akan mengusirku atau tidak.” “Aku tidak berminat melihat apapun,” tolak Svaha mentah-mentah. Ia memang tidak tertarik pada apapun itu yang Laung tunjukan. Meski, bias ungu dari benda itu langsung mengingatkan Svaha pada Cantra. Hamparan tumbuhan lavender di belakang rumahnya. Tapi, Laung tak ada hubungannya dengan Cantra. “Kumohon, lima detik saja. Tidak lebih.” Seorang Laung memohon. Tidak pernah terbayang oleh Svaha.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Bita dan Kara langsung menatap Nila dengan tatapan kesal, “Mia itu lho, yang kemarin pas wisuda dapat IPK 3.9 nyaris sempurna banget.” “Oh, tau.” Nila ingat soal salah satu temannya yang mungkin emang tiap hari sarapannya buku, soalnya pinter banget. “Tapi, kok dia bisa tau –maksud gue, emangnya dia kenal Abu?” Bita menggeleng, “Namanya Biru. Kalau Abu sih, peliharaannya Aladdin.” Nila tertawa, “Iya, sorry. Maksud gue Biru.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

"Kau alami. Seperti kemampuan khusus yang diberikan padamu. Soal kebiasaanku, ini cukup normal untuk seekor burung sejenisku." Byuuurrr Ombak menghantam kaki Zahra. Suara gemuruh tidak lagi terdengar. Pupilnya membulat besar setelah melihat apa yang dibawa ombak. Seekor lumba-lumba berbeda warna dari yang sebelumnya mendorong seseorang dalam keadaan terbaring lemah. "Kapten?!"
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Lusia baru kali ini menyadari aroma tubuh Aaron yang menyatu dengan parfumnya. Tak berhenti sampai di situ, aroma anggur itu berbaur dengan aroma vanilla yang tipis dan juga lavender. Dan akhirnya, aroma yang biasa Lusia hirup, sandalwood. Lusia tak habis pikir, parfum semalah apa yang Aaron kenakan sampai aromanya tidak bisa di lupakan. Aaron diam untuk waktu yang lama, dan Lusia ada di sampingnya selang waktu itu. Aaron duduk entah untuk memikirkan apa, sedangkan Lusia duduk untuk menikmati aroma parfum Aaron.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Tale of Princess and The Savior Witch

Tale of Princess and The Savior Witch

Nenek Laura berucap serius pada penjaga Laura yang setia mengawasi Laura setiap hari dan setiap saat. Rasey, lelaki itu mendesis sebal dan mengepalkan tangannya. Rasey bisa melihat aura api putih disekitar badan Elvish, Nenek Laura. Ya, Elizabeth Elvisha Laveau adalah nama panjangnya. Rasey bisa merasakan Aura melindungi disana. Saat Laura menengok kearahnya Rasey membungkuk memberi hormat kemudian berbalik untuk kembali kerumah dan menjemput Laura kembali besok.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Stigma

Stigma

“CEPAT TEMUKAN LAVINA!” []
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Ia tertawa, ia banyak bicara, dan ia tampak melupakan keberadaan suaminya yang berdiri hanya beberapa langkah darinya. “Elara,” panggil Valerius dengan suara berat dan menuntut perhatian. “Tunggu sebentar, Valerius. Lyra baru saja bilang dia menemukan ladang Lavender liar di perbatasan barat. Kita harus memeriksanya, mungkin ada varietas yang dibutuhkan Master Kael,” sahut Elara tanpa menoleh sepenuhnya. “Lavender bisa menunggu. Kita harus masuk dan menemui dewan wilayah,” tegas Valerius.
1031.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 866 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Lavrinda Tersayang

Lavrinda Tersayang

“Oh ya, soal kontrak kita dengan kartel La Texaca di Meksiko bagaimana?” “Berhasil aku dapatkan.” Balas Herman. Lavrinda dan Ratha keluar dari ruangan mereka bergandengan tangan. Mereka berlari ke arah ruang tamasya di lab bawah tanah ini. Ibu Lavrinda tersenyum lebar, “Masa depan yang indah. Kita Orang-Orang Bulan akhirnya bisa berkuasa nantinya. Dengan virus Adam yang bisa mengendalikan tubuh manusia biasa dan membuat mereka menjadi boneka. Lalu virus Hawa yang menunjang fungsi virus Adam dengan mengendalikan pikiran mereka.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status