Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lavender 'I can see the future"

Lavender 'I can see the future"

“Siapa yang anda tunggu tuan ?.” Zack langsung mengambil kopi dan melepas sarung tangannya , laki-laki itu meniup-niup kopi yang baru saja disuguhkan untuknya , sedang wanita dihadapannya masih setia menunggu jawaban. “Gadis , seorang gadis berwajah suram yang bekerja disini . siapa ya namanya …ahh !! namanya Lavender.” Si wanita tersenyum , “Gadis itu baru akan kemari jam 8 nanti tuan , itu artinya masih 2 jam lagi.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

“Iya, jika hal ini memang memungkinkan. Tapi aku sangat berharap bisa menguak rahasia kematian Regan.” “Tidak, Nod. Yang kau pikirkan itu terlalu berbahaya. Luzav bukan arena Trevian. Ini adalah lapisan terbawah dari Luxavar yang amat terlarang bagi para Atlic maupun makhluk seperti diriku.” “Tapi kau tahu seseorang yang tahu jalan menuju ke sana?” “Aku tahu jalannya,” jawab Paerovy. Jawaban yang membuat Nod bersemangat. “Tapi, tempat itu seperti gerbang kematian. Aku tidak mau ke sana lagi.”
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Di saat genting ini, Lidya yang lama, yang rentan dan mencintai, berjuang melawan Luna yang keras dan penuh dendam. Tak lama kemudian, Damon muncul. Wajahnya dipenuhi oleh debu dan kelelahan, tetapi matanya memancarkan tekad. Ia membawa sebuah flash drive kecil di tangannya, menggenggamnya erat seolah itu adalah nyawanya. "Kau datang," kata Luna, suaranya pelan. "Tentu saja aku datang," balas Damon. Ia melangkah mendekat, tetapi Luna menahan.
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Devano Lauder

Devano Lauder

"Heyy tuan! Aku bukan sukrosa!" "Tau ko! Dan sepertinya kita sudah saling berkenalan ya!" "Heh matamu! Aku belum tau namamu!" "Kamu kan udah memberikan julukan buatku?" "Hah Kutub? Haha serius!" "Namaku Devano Lauder!" "Lauder? Si owner dan CEO berlian? Wouww kamu anak dia? Pantas saja kamu sangat beda dari yang lain! Ibuku jika membeli berlian selalu memesan ke perusahaanmu!"
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Supernatural Louva

Supernatural Louva

Baru kali ini Louva didekati hantu yang mesumnya nggak ketolong! Eh, pernah sih. Si Deru genderuwo cabul yang suka mengintip Louva mandi. Tapi Deru tidak berani berbuat yang lebih dari sekedar mengintip, dan sejak Louva menaburkan garam di sekeliling kamar mandinya, Deru sudah tidak pernah mengintipnya lagi. "Hm... Pak Elang ngaku deh!" Cetus Louva tiba-tiba. Elang pun mengernyit bingung. "Hah? Ngaku apa?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Sambungku. Aku mendekati Ayah. Saat itu aku teringat sahabatku Tiara, ibunya akan menghilangkan dirinya. Aku khawatir. Aku segera berpaling ke belakang. Wajahku terlalu dekat dengan Wira. Apa dia masih menjagaku? Meskipun sekilas aku baru sadar mata Wira memiliki warna yang berbeda. Mata kanannya berwarna hitam pekat seperti burung gagak dan mata kirinya berwarna cokelat seperti orang Indonesia pada umumnya. Wira langsung menjaga jarak dariku. "Ada apa Laila?" Tanya Wira dan sepertinya dia gugup.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

"Apa istimewanya buatan Biru?" "Manis. Dia menambahkan gula." Liara meneguk nyaris separuh dari susu tadi. Tergambar raut senang di wajahnya. Hagan meraih dua tangan istrinya. Menghadiahi kedua telapaknya dengan kecupan lama. "Maafkan aku. Aku akan berusaha mengontrol diri." Jemarinya bergerak ke arah bibir Liara. "Walau akan sulit." Kecupannya mendarat di sana. Lama dan dalam.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

Tangisnya pecah hingga air matanya membasahi baju Ayahnya. Ayah Sarah berusaha menenangkan Sarah yang terus menangis. Ia mengusap air mata yang jatuh dan mengalir deras di pipi Sarah. Satu tahun berlalu semenjak kepergian lbunya. Sarah meminta kepada Ayahnya seorang lbu. "Yah, Sarah pengen punya lbu," ucap Sarah polos. "Sarah mau Ibu baru?" tanya Ayah Sarah sambil memandang wajah Sarah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Alva

Alva

kata Alva dingin lalu masuk kembali ke dalam. Naisa tau bahwa Alva baru saja melakukan kebohongan. Naisamelihat jelas bahwa Alva butuh sesuatu. "Ya udah,anterin gue," Naisa menyilangkan kakinya anggun yang malah tampak aneh, di depan Alva. Sudah beberapa jam dan mereka berbincang banyak hal beberapa menit yang lalu, tentang orang utan tentang burung yang sesat ke pohon beringin,tentang fenomena alam,ten tang Tsunami yang melanda Palu saat ini.
9.82.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Bita dan Kara langsung menatap Nila dengan tatapan kesal, “Mia itu lho, yang kemarin pas wisuda dapat IPK 3.9 nyaris sempurna banget.” “Oh, tau.” Nila ingat soal salah satu temannya yang mungkin emang tiap hari sarapannya buku, soalnya pinter banget. “Tapi, kok dia bisa tau –maksud gue, emangnya dia kenal Abu?” Bita menggeleng, “Namanya Biru. Kalau Abu sih, peliharaannya Aladdin.” Nila tertawa, “Iya, sorry. Maksud gue Biru.”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai the other lauv
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status