Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

“Iya, jika hal ini memang memungkinkan. Tapi aku sangat berharap bisa menguak rahasia kematian Regan.” “Tidak, Nod. Yang kau pikirkan itu terlalu berbahaya. Luzav bukan arena Trevian. Ini adalah lapisan terbawah dari Luxavar yang amat terlarang bagi para Atlic maupun makhluk seperti diriku.” “Tapi kau tahu seseorang yang tahu jalan menuju ke sana?” “Aku tahu jalannya,” jawab Paerovy. Jawaban yang membuat Nod bersemangat. “Tapi, tempat itu seperti gerbang kematian. Aku tidak mau ke sana lagi.”
105.8K viewsCompletedAdded to Library 201 Times as the other lauv
Read
+Library
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Di saat genting ini, Lidya yang lama, yang rentan dan mencintai, berjuang melawan Luna yang keras dan penuh dendam. Tak lama kemudian, Damon muncul. Wajahnya dipenuhi oleh debu dan kelelahan, tetapi matanya memancarkan tekad. Ia membawa sebuah flash drive kecil di tangannya, menggenggamnya erat seolah itu adalah nyawanya. "Kau datang," kata Luna, suaranya pelan. "Tentu saja aku datang," balas Damon. Ia melangkah mendekat, tetapi Luna menahan.
10745 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as the other lauv
Read
+Library
Salju Hitam di Venesia

Salju Hitam di Venesia

"Hei, Lala, kenapa kau melamun saja?" Tubuh Laiv mengejang. Ia tersenyum kaku. "Aku tidak seperti itu, Paman," katanya sopan. "Hanya sedang memikirkan sesuatu yang remeh." "Benarkah?" Taveti berjalan ke arahnya dengan gelas minuman di tangan. Meraih bahu Laiv dan menepuknya dengan senyuman. "Ayolah. Ini pestamu juga. Bersenang-senanglah dengan Yepa. Jangan sungkan. Anggap saja sebagai hadiah kecil dariku, oke?"
105.9K viewsOn holdAdded to Library 136 Times as the other lauv
Read
+Library
Devano Lauder

Devano Lauder

"Heyy tuan! Aku bukan sukrosa!" "Tau ko! Dan sepertinya kita sudah saling berkenalan ya!" "Heh matamu! Aku belum tau namamu!" "Kamu kan udah memberikan julukan buatku?" "Hah Kutub? Haha serius!" "Namaku Devano Lauder!" "Lauder? Si owner dan CEO berlian? Wouww kamu anak dia? Pantas saja kamu sangat beda dari yang lain! Ibuku jika membeli berlian selalu memesan ke perusahaanmu!"
106.8K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as the other lauv
Read
+Library
Supernatural Louva

Supernatural Louva

Baru kali ini Louva didekati hantu yang mesumnya nggak ketolong! Eh, pernah sih. Si Deru genderuwo cabul yang suka mengintip Louva mandi. Tapi Deru tidak berani berbuat yang lebih dari sekedar mengintip, dan sejak Louva menaburkan garam di sekeliling kamar mandinya, Deru sudah tidak pernah mengintipnya lagi. "Hm... Pak Elang ngaku deh!" Cetus Louva tiba-tiba. Elang pun mengernyit bingung. "Hah? Ngaku apa?"
103.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as the other lauv
Read
+Library
LAILA

LAILA

Sambungku. Aku mendekati Ayah. Saat itu aku teringat sahabatku Tiara, ibunya akan menghilangkan dirinya. Aku khawatir. Aku segera berpaling ke belakang. Wajahku terlalu dekat dengan Wira. Apa dia masih menjagaku? Meskipun sekilas aku baru sadar mata Wira memiliki warna yang berbeda. Mata kanannya berwarna hitam pekat seperti burung gagak dan mata kirinya berwarna cokelat seperti orang Indonesia pada umumnya. Wira langsung menjaga jarak dariku. "Ada apa Laila?" Tanya Wira dan sepertinya dia gugup.
Hot Chapters
107.1K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as the other lauv
Read
+Library
Liara

Liara

"Sudah dari tadi?" Berdiri tegak di depan ayunan, Hagan mengernyitkan dahi. "Tidak sakit duduk seperti itu?" Ia kembali membungkuk, menarik ke atas kaus hitam yang Liara pakai. Luka di perut kanan si perempuan sudah tak diperban. "Tidak sakit. Sudah baik. Hanya tinggal menunggu lebih kering lagi." Liara menjelaskan. Rambut hitam si pria ditatapi agak lama.
9.534.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as the other lauv
Read
+Library
LARA

LARA

Tangisnya pecah hingga air matanya membasahi baju Ayahnya. Ayah Sarah berusaha menenangkan Sarah yang terus menangis. Ia mengusap air mata yang jatuh dan mengalir deras di pipi Sarah. Satu tahun berlalu semenjak kepergian lbunya. Sarah meminta kepada Ayahnya seorang lbu. "Yah, Sarah pengen punya lbu," ucap Sarah polos. "Sarah mau Ibu baru?" tanya Ayah Sarah sambil memandang wajah Sarah.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as the other lauv
Read
+Library
Alva

Alva

kata Alva dingin lalu masuk kembali ke dalam. Naisa tau bahwa Alva baru saja melakukan kebohongan. Naisamelihat jelas bahwa Alva butuh sesuatu. "Ya udah,anterin gue," Naisa menyilangkan kakinya anggun yang malah tampak aneh, di depan Alva. Sudah beberapa jam dan mereka berbincang banyak hal beberapa menit yang lalu, tentang orang utan tentang burung yang sesat ke pohon beringin,tentang fenomena alam,ten tang Tsunami yang melanda Palu saat ini.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as the other lauv
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

"Bukan Aline, sini dulu" Ian menunjuk sesuatu yang tidak kelihatan bagiku karena rumput-rumput liar disini juga cukup tinggi. Dia terus meyakinkan supaya aku tidak ragu menghampirinya. Seolah dia hanya berniat menunjukkan hal yang mesti aku lihat. "Wah ada lavender?" "Iyah lebih tepatnya bayi lavender. Bukan ulatkan"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as the other lauv
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status