Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kiki's Journey

Kiki's Journey

Saat sedang menuang air kedalam gelas, "Gimana? Enak, gak?" Papa tiriku mencodongkan tubuhnya ke depan, mendekat ke arahku. Mengucapkan kata itu sambil menuntunku untuk menoleh ke arah tangannya yang melakukan sesuatu. Dia menyatukan Ibu jari dan telunjuknya hingga membentuk sebuah lingkaran. Sementara tangan kanan, dia menggunakan telunjuknya untuk memasuki lingkaran itu. Dengan tatapan mengejek, dia memasukan telunjuknya pada lingkaran, dan menariknya beberapa kali.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as the pied piper
Read
+Library
Hello to Papa

Hello to Papa

ujar Kakek Pion tiba-tiba membuka suaranya. "Ada apa, Kakek?" tanya Bella. "Jaman sekarang ini anak perempuan itu harus bisa menjaga dirinya." Bella menoleh dengan refleks, ia menelan salivanya. "Maksudnya, Kakek?" Bella menatap tanpa berkedip, Bella tahu yang kakek Pion maksud. "You know lah, ada banyak korban pelecehan pada gadis. Ini beritanya masih anget."
102.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as the pied piper
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 13 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Ketika seseorang di sana menjalani hidup dengan pilihannya, di tempat lain ada seseorang yang tengah berusaha menjalani hidupnya sebaik mungkin setelah tertatih bangkit dari raga penuh basuhan luka. Ya, Alsaki Mahendra—pria yang kembali berdiri tegar akan deraan kepedihan luka lalu terus berjalan meski terjatuh berkali-kali. Semua itu ia lakukan demi seorang bocah kecil yang kini menjadi nyawanya. Bahkan hati yang lima tahun tertutup rapat kini mulai berani terbuka meski hanya untuk mengintai seorang Andyra—wanita yang lancang membuka paksa sisi hati paling dalam.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as the pied piper
Read
+Library
Hello, Papa!

Hello, Papa!

bentak Gofar, lagi-lagi ia menendang Ares hingga jatuh tersungkur. Ares bangkit dengan cepat dan memungut roti tersebut, masih ada setengah bagian yang masih terlihat bagus dan layak untuk dimakan. Ares memakannya dengan cepat karena saking laparnya, bahkan roti yang sudah berjamur pun ia makan juga karena rasa laparnya belum tuntas. Ares menangis, kehidupannya kini amat pedih di tahanan. "Saudara Ares! ada tamu yang mengunjungi anda!" teriak seorang sipir.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 624 Times as the pied piper
Read
+Library
You May Also Like
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status