Terjebak Kerjasama Paksa Dengan Gadis Indigo
"Maaf sebelumnya, Bu. Hal ini bisa memberi kesempatan orang ketiga untuk masuk dalam rumah tangga Ibu."
Siska menggigit bibirnya. "Jadi, saya harus gimana?"
"Menurunkan ego, Bu," terang Nara. "Itu saran saya untuk keseluruhan isi kartu milik Ibu. Intinya, dalam sebuah pernikahan, bukan tentang siapa yang kuat siapa yang lemah. Tapi, bagaimana suami-istri mampu berkomunikasi dengan baik. Mengalah bukan berarti kalah, loh, Bu." Nara tersenyum. Namun, dalam hati ia tertawa. Ya--tertawa untuk diri sendiri. Ia sudah seperti konselor pernikahan, sedang dirinya saja masih betah sendiri. Jangankan menikah, memiliki kekasih saja tidak pernah.
Hot Chapters