ENAK, PAK DOSEN!
“Pernah bangey. Dan seperti yang kamu tahu, Shanum. Kami tidak selalu sependapat dan pernikahan kami sebenarnya tak semulus yang kalian bayangkan. Banyak halangan dan rintangannya. Kami pernah bertengkar, mulai dari masalah sepele, sampai masalah terhebat sekalipun. Tapi kami selalu sepakat untuk tidak membiarkan ego jadi pemenang.”
Damar mengangguk pelan, mempertegas ucapan istrinya dengan nada yang lebih dalam. “Kami selalu introspeksi diri, saling mengalah dan memaafkan. Jangan pernah merasa paling benar sendiri di depan pasangan.” Ia meletakkan garpunya sejenak, lalu menatap ketiga anaknya secara bergantian dengan tatapan seorang mentor sekaligus ayah. “Dan kalian harus tahu, pernikahan
Sikat na Kabanata