Rela Menjadi Madu Sahabatku
“Aku tahu dan aku paham. Tidak ada niat sedikitpun membuatmu jatuh cinta padaku karena menurutku jatuh cinta itu rumit, sumber masalah, dan tekanan. Apa ada lagi yang ingin dibahas?”
“Sudah tidak ada,” jawab Cakra.
“Kalau begitu aku keluar dulu.” lalu Sahira pun keluar dari ruang kerja Cakra.
Pintu ditutup membuat Cakra kembali merasakan kesunyian, sejak tadi berada di depan laptop, tapi tidak ada satu pekerjaan yang ia selesaikan. Pikirannya masih kacau, pernikahannya dengan Sahira yang terjadi kemarin masih dianggap sebagai mimpi. Namun, sayangnya map coklat yang ada di depannya menyadarkannya bahwa pernikahan itu benar-benar terjadi.
Bab Populer