Kontrak Cinta, Luka Nyata
“Aku ingin percaya kali ini berbeda. Aku ingin percaya bahwa kehidupan kecil ini adalah tanda bahwa Tuhan belum menyerah padaku. Tapi, di balik rasa syukur, ada ketakutan, tentang kebenaran yang masih kusembunyikan.
Aku tahu, setiap kebohongan, sekecil apa pun, bisa menghancurkan fondasi yang baru tumbuh. Namun, kalau aku berkata jujur sekarang, mungkin aku justru kehilangan segalanya.”
Angin membawa aroma tanah basah dan suara jangkrik. Di kejauhan, petir menyambar perlahan.
Alya menutup jurnal itu, lalu menatap langit malam.
Tangannya refleks menyentuh perut. “Tolong kuat, ya ...,” bisiknya pelan.
Namun, di saat yang sama, suara dering ponselnya memecah keheningan. Nomor tak dikenal.
Bab Populer