Bastard Sister
Iren, taruhan, aku yakin bahwa Andika yang kau agung-agungkan itu persis seperti dugaanku.
“Tidak seperti ini cara menyelesaikan masalah, Si. Yang Mama tahu, Sisi adalah anak yang baik. Anak yang memiliki hati putih. Tidak pernah Sisi sekasar ini kepada Mama, apalagi Iren. Mengapa dalam waktu sekejap kamu bisa berubah sedrastis ini, Nak? Katakan kepada Mama, biar kita sama-sama perbaiki.” Mama mulai berdiri dari bersimpuhnya. Memeluk tubuhku dengan sangat erat. Menumpahkan air matanya di dadaku. Wanita yang memiliki tinggi tubuh hanya 149 sentimeter tersebut, terlihat begitu pantang menyerah dalam membujukku. Dia tahu kelemahanku. Tak cukup tegaan, apalagi bila melihat sosoknya menangis begi
Bab Populer