Tuan, Aku Hamil!
Matanya terbuka perlahan, menatapku dengan pandangan yang mendalam, penuh dengan sesuatu yang lebih dari sekadar hasrat—ada kebutuhan, ada pengakuan.
“Ratih…aku mau keluar…” desahnya di antara napas yang terengah-engah. Suara itu terdengar begitu mendesak, dan aku mengerti apa yang dia rasakan. Sentuhanku menjadi lebih cepat, lebih dalam, memberikan apa yang dia butuhkan.