MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
“Jangan begitu, Lintang. Jangan biarkan hatimu mati. Percayalah! Suatu saat nanti akan ada lelaki yang mengobati semua lukamu!”
Aku mengangguk seolah sependapat, padahal aku tak yakin beranijatuh cinta lagi. Jujur, aku tipe perempuan yang sulit jatuh cinta, tapi jikasudah kadung mencinta, akan kuberikan hati setulusnya.
Kembali kuarahkan pandangan lurus ke depan. Hujan telah redameski masih menyisakan genangan air. Kemudian, aku mengambil helm di sebelahkudan memakainya.
Bab Populer