Susahnya Jadi Mas Joko
“Tim-tim voli yang ikut di turnamen itu rata-rata bagus, pemainnya juga hebat-hebat. Apalagi, ada satu tim, saya lupa nama timnya, tapi saya ingat kostumnya, kaus tanpa lengan warna biru tua. Nah, di tim ini saya melihat ada seorang pemain yang, yang.., pokoknya luar biasalah!”
“Siapa namanya?” tanyaku penasaran. “Mungkin saya juga kenal.”
“Namanya, sebentar ya, saya ingat-ingat dulu tulisan di punggungnya. Oh, iya, saya ingat, namanya Joko!”
“Joko?” Aku sontak terkejut, namun segera setelahnya aku pun tersenyum.
“Iya, Mas. Dia tinggi, mungkin lebih kurang, yah, setinggi Mas inilah.”
Bab Populer