Why
Tanpa sadar ia terus memandang wajah cantik Aina, yang tingginya sebatas dadanya.
"Kamu tinggi sekali, berasa kecil saat aku berdansa denganmu," ucap Aina dengan kekehan kecilnya.
"Apakah aku harus sedikit menunduk, biar kita sedikit sejajar," jawab Jaden dengan polosnya.
"Hehehe ... tidak perlu, akan merasa aneh kalau kamu menunduk," Aina tertawa geli dengan jawaban Jaden.
"Maaf ," ucap Aina tiba-tiba, dan membuat Jaden mengeryit heran.
Hot Chapters