Dear Mantan
Menorehkan luka pada sang mertua, juga suaminya.
"Tolong jelaskan, Mey. Apa ini? Kamu, wanita berkelas. Pendidikan tinggi, orang kaya. Kenapa bisa berkelakuan layaknya orang rendahan?" Wanita yang tengah diadili, merasa dadanya sesak. Bulir bening berjatuhan, pasalnya tak pernah mertuanya membentak dan menatap penuh benci.
Situasi bertambah tegang. Semua menunggu ungkapan Mey, yang ada wanita itu kian bertambah terisak dalam kubang nestapa yang ia ciptakan sendiri.