Jadul Tapi Mantul
"Iya, Yah,'
Kami berangkat mengantarkan emas mahar ke rumah Tania, rombongan kami terdiri dari Torkis dan abangku serta adikku. Bang Parta juga masih ikut, sedang Dame sudah pulang duluan.
Setelah selesai acara mengantar mahar, tinggal tunggu akad nikah dan resepsi di rumah penghulu tersebut. Bang Parlin juga akhirnya menanyakan apakah Tania boleh digantikan marganya, supaya bisa pesta adat. Penghulu itu malah meneteskan air mata.
"Kita sesama Siregar, sesama Batak, pasti Bang Parlin tahu apa pentingnya marga itu, sakit rasanya jika keturunan kita harus ganti marga," begitu jawaban Penghulu tersebut.
Hot Chapters