Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

Lantai-lantainya terbuat dari keramik putih, dan setiap kamar ditandai dengan nomor yang tertempel di pintu kayu. Setelah beberapa langkah, Rafiq berhenti di depan sebuah pintu bertuliskan *Kamar 12*. Ia mengetuk pelan pintu itu. “Ini kamar kita,” jelas Rafiq sambil membuka pintu perlahan. Di dalam, terlihat beberapa tempat tidur sederhana dengan kasur tipis dan lemari kecil di sampingnya. Dua orang santri sedang duduk di atas tempat tidur, masing-masing memegang kitab.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Mas, Ayo Bercerai!

Mas, Ayo Bercerai!

"Ini kamarmu, apa aku salah sebagai istrimu tidur di tempat ini?" "Salah kalau aku tidak mengizinkan," kata Haidar ketus. Dia melonggarkan dasinya dan melempar ke keranjang pakaian bersamaan dengan jasnya. "Jadi ... aku harus tidur dimana?" tanya Raisa bingung. "Ada banyak kamar di rumah ini. Kamar tamu, Kamar Kirana atau kamar pembantu kalau kamu mau."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Candu Cinta Dokter Muda

Candu Cinta Dokter Muda

ucap Wida sambil melambai dan sedikit mendorong tubuh Rai agar masuk ke dalam kamar. Rai mengitarkan pandangan, kamar yang ia masuki termasuk luas dan terdiri dari beberapa sekat. Bagian paling depan terdapat satu set sofa dan meja tamu bercorak sederhana, warna kelabu. "Duduk dulu aja Bang," sebut suara ramah dari dalam, di balik tirai. "Mami bilang, Abang booking sampe dua minggu ke depan ya, tapi aku nggak bisa tiap hari ya Bang, so—" Gendhis menggantung kalimatnya saat ia menyibak tirai. "Rai," desisnya setelah berulang kali menelan ludah susah-payah.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
DILAMAR ANAKNYA DINIKAHI AYAHNYA

DILAMAR ANAKNYA DINIKAHI AYAHNYA

Lalu dengan langkah sok tahunya, Tiara berjalan ke sebuah pintu yang ia yakini adalah kamar tamu. Cklek! "Ternyata memilih di kamar saya, ayo masuk!" Tiara melotot tajam saat menyadari kekeliruannya membuka pintu kamar. Ruangan yang begitu besar dan beraroma lelaki tangguh adalah kamar tidur Bari.
9.9191.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai tirai kamar tidur
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
ms huang
hi kk...aku datang dukung kmu dgn ksi 5* biar cpt nyala bintangnya yaa... yukkk intip ceritaku juga kk. judulnya KEKASIH BRENGSEKKU ...uda msuk bab 18...cerita ttg hubungan toxic, dijamin seru! makasi y kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Ia merasa belum siap. Tiara melayangkan pandang ke sekeliling kamar. Kamar Bapak sangat rapi. Hampir tidak ada apa-apa di sana. Hanya tempat tidur besar dari kayu berwarna putih tertutup seprai dan bed cover hijau. Gorden hijau bergaris tergantung menutupi jendela kayu berwarna putih. Karpet krem muda mengalasi tempat tidur. Karpet itu dibeli Tiara di Grand Bazaar Istanbul.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Diperistri Demi Ganti Rugi Resepsi

Diperistri Demi Ganti Rugi Resepsi

Melihat posisi tidur suaminya itu, Tiara beranggapan jika Bram tengah menahan hawa dingin yang dihasilkan oleh pendingin ruangan. Tiara-pun perlahan turun dari ranjang saat tahu hari sudah pagi, ia lalu menarik selimut agar bisa menutupi tubuh Bram. Setelah menegakkan tubuh, Tiara mengedarkan pandangan seraya bergumam, "Dimana kamar mandinya?" Merasa penasaran dengan satu-satunya pintu yang ada di dalam kamar itu, Tiara berjalan mendekat lalu memasukinya.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Crimson League: Pakta Dendam di Puncak Kekuasaan

Crimson League: Pakta Dendam di Puncak Kekuasaan

Tirai berwarna putih tergantung di sisi jendela, memberikan kesan tenang. Evan melangkah masuk, matanya memindai setiap sudut kamar. Salah satu tempat tidur sudah terlihat terisi—ada bantal yang sedikit berantakan, buku yang terbuka, dan sebuah jaket kulit yang familiar tergeletak di atas ranjang. "Jadi kita sekamar, huh?"
871 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Bodyguard cantik kesayangan Presdir

Bodyguard cantik kesayangan Presdir

Namun ada yang menjawab ada juga yang tidak, bagi Tiara itu tidak masalah. Tiara melakukan ritual mandinya dan kemudian kembali lagi ke dalam kamarnya. Tiara memakai pakaian rumah. Baju kaos oblong dan juga celana pendek yang sudah sangat tidak bagus. Namun bagi Tiara baju itu terasa sangat nyaman ketika dipakai nya untuk tidur. Hari ini Tiara ingin bisa cepat tidur karena tubuhnya terasa amat lelah. Tiara membentangkan handuk mandinya untuk dijadikan alas tidurnya dan mengeluarkan kain panjang yang akan dijadikannya selimut untuk malam ini. Moga aja bisa cepat dapat kerjaan biar bisa beli kasur yang tipis, bantal dan juga selimut," ucap Tiara yang tersenyum penuh harap.
1012.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

Ketukan di pintu kamarnya membuat Kaila beranjak. Tara dengan setelan tidurnya tersenyum kikuk padanya. Setelah berbicara dengan teman-temannya di sekolah dan Dio tadi sore, Tara memutuskan untuk datang lebih dulu menemui Kaila. “Boleh masuk?” Kaila mengangguk. Ini kali pertama Tara masuk ke dalam kamarnya. Interior kamarnya feminim dan wangi cokelat. Terkesan hangat.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Dosa Termanis dengan Calon Iparku

Dosa Termanis dengan Calon Iparku

Mengusap kening perempuan itu sambil berkata, "Tidur, Fir. Gue bakal di sini buat jagain lu." Setelah cukup merasa tenang, Kai mengantar Safira ke kamar dan menyuruhnya untuk segera tidur sebab itu dia sudah berada di kamar sederhana bernuansa serba merah muda itu. Satu tempat tidur ukuran sedang yang kasurnya lumayan empuk, serta satu lemari pakaian dan satu meja belajar yang ada di sudut ruangan dekat jendela beserta kursinya. Kamar Safira tidak ber-AC, hanya mengandalkan kipas angin yang menempel di dinding tepat di atas kepala. Kai bisa merasakan punggungnya diterpa angin dari belakang.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai tirai kamar tidur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status