Secangkir Teh Untuk Suamiku
Tangisnya pecah, nyaris tanpa suara, hanya bahunya yang bergetar.
“Aku... aku tidak seharusnya begini...” bisiknya akhirnya. “Kenapa aku tidak bisa menolak kamu, Mas?”
Janu mendekat, berjongkok di hadapannya, mencoba menghapus air matanya dengan ibu jari. Sentuhan itu membuat Rindu makin merasa hampa. Bukannya terhibur, dia merasa makin terperangkap.
“Kamu tahu jawabannya, Rin,” ucap Janu, senyumnya samar, penuh siasat. “Karena kita saling butuh.”
Hot Chapters