Suami tanpa Pilihan
Malam itu, perasaan itu mencapai puncaknya.
Tristand sedang duduk di ranjang, sibuk dengan laptopnya, mengetik pesan atau mungkin menyelesaikan beberapa pekerjaan. Rindu menghela napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian untuk berbicara.
“Tristand,” Rindu memulai dengan suara pelan, namun tegas.
Tristand mengangkat kepalanya sebentar, lalu kembali ke layar laptopnya. “Ada apa?” jawabnya singkat, seakan tak terlalu tertarik dengan percakapan ini.
Hot Chapters