Cinderella Hot Story
“Lagian kalau durasi sakitnya juga belum sering, bukaannya berarti belum banyak. Coba aja sambil jalan pelan-pelan. Udah sana siap-siap bawa Rindu ke rumah sakit. Mama juga mau siap-siap, kita ketemu di sana.”
“Tap—” Sambungan terputus dan wajah panik itu belum juga hilang. “Aku gendong, ya! biar cepat.”
“Nggaaak,” tolak Rindu yang pastinya merasa malu jika orang-orang melihatnya. “Aku mau jalan aja pelan-pelan. Telpon bang Riko sekarang, sama tolong panggilin bu Sri.”
“Tapi, Yang—“
“Buruaaan!”