Ruang Rindu
Thing...
Aku menatap ponselku enggan, notifikasi dari email. Aku hapal nada itu, palingan cuma notifikasi lanjutan dari fakebook, atau tewiter, atau malah ekstragram. Masa bodoh dengan itu, sudah seminggu sejak kejadian video call yang berakhir kegelapan karena entah apa yang Gidae dan pacarnya itu lakukan aku bahkan tidak membuka lagi ektragramku, malas, aku juga butuh pengobatan untuk hatiku yang sudah terlanjur berharap dengan sikap manisnya Gidae selama ini. Aku wanita normal, sangat wajar kan kalau perasaanku yang semula hanya mengagumi berubah menjadi perasan suka layaknya seorang perempuan menyukai seorang lelaki? Lagian juga Gidae gak kalah tampan dari Rounin, aku lemah dengan pesona
Hot Chapters