Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUGAR DADDY TERAKHIRKU

SUGAR DADDY TERAKHIRKU

Aroma cafe itu memang dipenuhi kopi. Mae hanya mengangkat bahu. Bukan tidak terganggu, tapi Mae tidak masalah kalau hanya mencium aroma—dan tidak secara tiba-tiba ada. Ia tahu dan bersiap—kafe akan beraroma kopi pastinya. Mae hanya perlu tidak memesan kopi. Mae membawa Mama Carol ke kafe yang tadi dikunjunginya bersama Poppy, karena memang hanya cafe itu yang akrab untuknya. Mae belum banyak berkeliling. Kebetulan tempatnya juga tidak jauh dari stasiun.
1033.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 912 kali sebagai to meet cafe
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Sierra
so far belom ada yg bisa gantiin ka ai sbg author terfavorit karna ceritanya itu ga bosenin, tiap novel temanya selalu beda dan alurnya selalu bikin candu buat baca terus. plus yg paling aku suka yaitu tidak ada pembunuhan karakter perempuan seperti kebanyakan novel lain yg pasrah2 aja ditindas wkwk
Silent Heart
Lanjut ke 'Sugar Daddy Terakhirku', sub judulnya aja tertata rapi dan indah. Dan jalan ceritanya bener-bener beda dari novel sebelumnya yang ku baca. Jadi gak bosen sama sekali. Per bab nya selalu bikin penasaran dan banyak kejutan. Gak sabar tunggu karya Kak Ai selanjutnya. Semangat terus ya Kk Ai
Baca Semua Ulasan
Ketika Istri Berubah cantik

Ketika Istri Berubah cantik

Hening. Satria tiba-tiba diam. Tatapannya sedikit menengadah ke depan. Pelan, ia menoleh untuk tau kemana arahnya. Eliana berjalan menyapu di depannya, Satria menggeleng ini yang kesekian kalinya ia masih berhalusinasi. Mereka akan mengadakan meeting, disebuah kafe. Satria melajukan mobilnya dan selang beberapa menit mereka sudah berada di kafe dengan ke empat temannya.
1065.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

“Ta, misalnya kalo aku kerja di cafe gimana menurutmu?” Tania mengernyit mendengar perkataan Gatra. “Di cafe? Maksudnya di cafe mana?” Ia minta diperjelas. “Di cafemu, Ta, Tamara Latte.” “Tapi buat apa, Gat?” “Buat ngisi waktu luang aja sih sampe sanksiku selesai.”
10171.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Semalam Dengan Sepupumu

Semalam Dengan Sepupumu

Karena Anya menjawab terserah saat ia menanyakan lagi ingin mampir di mana untuk makan, akhirnya café adalah tujuan mereka. “Ini ‘kan cafe kamu?” tanya Anya ketika mobil Bima berbelok memasuki parkiran. “Kamu ‘kan jawab terserah, ya terserah aku dong.” Suasana cafe lumayan ramai, karena masuk waktu makan malam. Bima disambut oleh pegawai cafe. “Bos, mau kencan masa dibawa ke sini. Resto mewah dong.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Hello Mommy

Hello Mommy

Langkah Kafi langsung terhenti ketika namanya dipanggil. “Iya.” Rowan langsung menghampiri Kafi yang berhenti. “Bisakah kita bicara di restoran besok?” Saat berhenti tepat di depan Kafi, Rowan menyampaikan apa yang membuatnya menghentikan langkah Kafi. Kafi memikirkan apa yang ingin dibicarakan Rowan. Sampai akhirnya dia mengangguk. “Baiklah, kita bertemu di restoran jam sepuluh pagi.” Kafi langsung membuat jadwal pertemuannya. “Baiklah.” Rowan mengangguk pasti.
9.962.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku

Ciuman Pertama dari Kawan Sepupu ku

tanya Varesh sembari memegang dahi ku , " Engga kok ,kaya nya aku laper deh. Iyaa ,laper tadi belum sempet sarapan " " Astaga ,yaudah kita ke cafe ya. Makan dulu ,meeting nya juga udah cukup " Aku bernafas lega dan melanjutkan perjalanan ke cafe ,ya walaupun aku ga laper sebenernya
755 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

April menatapku sejenak lalu kembali sibuk dengan garpu baru dan mangkok mienya. Kantin lama-kelamaan ramai didatangi penghuni sekolah lainnya, mungkin karena acara show di lapangan sedang dijeda, jadi anak-anak yang kelaparan memutuskan menunggu membeli camilan di kantin, mengisi lambung yang mengembung bosan. Pasangan muda yang jalan berdua, duduk berdekatan, saling bercanda gurau merupakan hal familiar yang akan kita dapat lihat dalam kegiatan classmeet. Mereka sangat pandai memanfaatkan hari bebas selama sekitar empat hari ini untuk mendekap rindu, mencairkan hati yang beku, memeluk perih yang mengringkih. Hei, hanya duduk berdua, memberi canda tawa, berbagi banyak hal, bukankah sudah cu
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Meet The Love

Meet The Love

“Hmm, lagi sampai lampu merah paling deket sama apartement, what’s up dude?” “Sore jalan-jalan yuks, aku lagi bad mood nich.” “Sore ini aku ada janji sama sasa mau yoga di sency, ketemuan di sana aja kalau kamu mau ikutan Yoga sekalian bis itu kita karokean, mau gak?” “Setuju, oke! Aku udah lama juga gak ketemu sama Sasa, kangen ngobrol sama dia juga.” “Oke ketemu di sana yah jam empat sore nanti.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Pria itu beralih minum es tehnya kemudian melanjutkan acara makan. “Meeting kok cuma berdua, di kafe lagi. Meeting macam apa itu?” tutur Kahfi sangat pedas. Aufal tak menanggapi dan sibuk dengan makanannya. Dia tak mengelak karena ucapan Kahfi memang benar. Sebetulnya meeting itu bukan hanya membahas tentang pekerjaan saja, melainkan hal lain terkait sumber permasalahan yang terjadi sekaligus rencana yang hendak dijalankan selanjutnya.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Maduku

Adikku Ingin Jadi Maduku

"Sepertinya sibuk sekali." Melissa membenahi tempat duduknya. "Terima kasih ya, Kaf. Berkat kamu aku masih bisa ikut meeting ini. Terima kasih sekali. Nggak tahu gimana jadinya kalau aku tidak ada kamu," ujarnya kemudian dengan menggeleng pelan. "Sama-sama," ujar Kafka. "Habis ini mau ke mana?" Dia bertanya. "Aku mau ke tempat pemancingan di dekat sini." Dia memberitahu dengan kekehan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai to meet cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status