Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Pilihan Bukan Pemilik Hati

Menantu Pilihan Bukan Pemilik Hati

pekik Nadina. “Baiklah kita ambil yang ini, ya!” ujar Nadhif berbicara pada sang penjual. Di saat yang bersamaan, saat Nadhif tampak masih membayar tagihan pigoranya, Nadina sebentar berjalan ke sekeliling toko melihat beberapa pigora, gelas cetak, dan sebagainya dengan asik. Hingga ia tak sadar ada seseorang di sebelah. “Nadina?”
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 428 Times as toko nadhira
Read
+Library
Nameless Love

Nameless Love

Aku menghela nafas. "Lainya ada?" tanyaku tanda aku menolak pilihan dari Mbak Nadia. Dia pun meletakkan kain tersebut ke tempatnya semula. Aku kembali memilih kain lagi. Bagus-bagus, cantik semua. Toko ini menjadi toko textile paling besar di toko. Semua kain tersedia di sini. Bagusnya lagi toko ini bersaing juga dengan pedagang online. Jasa tahu minta costemer apa saja. Trend apa yang sedang banyak di sukai, toko ini menyediakan.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as toko nadhira
Read
+Library
Nathan & Veera (INDONESIA)

Nathan & Veera (INDONESIA)

Mata Veera semakin jelalatan melirik tubuh kokoh suaminya, kaos polo bewarna hitam melekat sempurna di tubuhnya, celana chino pendek bewarna krem menambah kesan santai. Oh jangan ketinggalan dada bidang Nathan yang lebar terlihat sangat nyaman ketika dipeluk, mengalahkan bodeka tedy bear yang biasa dia peluk di rumah. Lengan atasnya terlihat berotot, asesoris jam bermerek Rolex semakin membuat tampilan Nathan macho, keren, dan seksi disaat yang bersamaan. Lalu bisakah dia meminta Nathan untuk memeluknya sekarang. Tidak. Veera menggeleng dengan keras.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as toko nadhira
Read
+Library
Dijual Ayah, Dipinang Takdir

Dijual Ayah, Dipinang Takdir

"Tidak ada kok. Nanti aku kabarin lagi deh." Selesai makan siang, mereka kembali ke ruangan. Baru saja Nadira hendak menyalakan komputer, ponselnya bergetar di atas meja. Layar menampilkan satu nama yang memebuat jantungnya refleks berdebar. Dia menatap sekeliling, memastikan tidak ada yang memperhatikan, lalu dengan cepat membuka pesannya. "Nanti sore ke butik." Nadira mengerutkan kening. Hanya itu? Tidak ada penjelasan, hanya empat kata. Dia menghembuskan napas sedikit kecewa, entah apa yang dia harapkan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as toko nadhira
Read
+Library
Surat Cerai Dari Ibu Mertua

Surat Cerai Dari Ibu Mertua

batin Nadira sembari mengangguk pelan. Tanpa berlama-lama, Nadira pun langsung berjalan dengan mengendap-endap dan keluar dari kamarnya. Suasana yang cukup sunyi membuat Nadira merasa sedikit tentang. Dengan langkah pelan, Nadira pun segera keluar dari rumah Wildan. Dengan menggunakan ojek online, Nadira pergi menuju ke toko mas dan menjual semua perhiasan yang ia miliki. Setelah selesai menjual perhiasan miliknya, Nadira pun langsung pulang lagi.
12.9K viewsCompletedAdded to Library 411 Times as toko nadhira
Read
+Library
Nadira

Nadira

Matanya berbinar-binar, andai ini dunia komik, maka kalian akan melihat lope-lope dikedua mata Nadira. "Siapa namamu?" tanya kepala sekolah, menarik atensi Nadira. "Nadira, Pak." "Nama lengkap?" "Nadira Anjani Armaleo." Kepala sekolah diam untuk waktu yang lama, semua murid dan guru melongo dan menatap Nadira tidak percaya. Siapa yang tidak mengenal nama Armaleo, nama perusahaan terkenal di seluruh indonesia, perusahaan yang berkerja di berbagai bidang, dunia menyebutnya, siserakah yang menguntungkan.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as toko nadhira
Read
+Library
Hanya Dirimu

Hanya Dirimu

'Dimana ya?' Meneliti jejeran barang yang tertata rapi pada rak di hadapannya. Siang ini Nayla tengah belanja di toko Sedanten, toko yang paling besar dan serba ada di desa suami untuk kedua kalinya. Bukannya toko terdekat tidak ada barang yang dituju, tapi sekalian nebeng Andi yang ingin ke counter beli paket data, serta di sini lebih lengkap.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as toko nadhira
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

tanya Safira dengan memicingkan matanya, terlihat serius dan tak sabar ingin mendapat jawaban dari mereka. “Dia bernama Zaara Nadira. Semenjak kehadirannya, dia menjadi sosok dominan di komunitas kami. Jujur, saya keberatan dan tak suka dengan kehadirannya yang sok polos dan ingin dikasihani. Mentang-mentang dia satu-satunya pelukis tuna netra yang bergabung, menjadikannya sosok yang menyebalkan. Lukisannya yang paling laris dan lukisan kami jadi tersingkirkan.”
109.6K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as toko nadhira
Read
+Library
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

“Eh, iya, sekarang. Cepat siap-siap.” “Tunggu bentar.” Kami berangkat ke toko Aliza di samping Universitas Batanghari di daerah Broni. Sore itu pelanggan toko tak terlalu ramai. Bunda Nadia masih sering standby di usianya yang sama seperti Bundaku. Ketika kami memasuki toko itu, Cinta langsung sibuk memilah-milah jilbab. Aku menuju meja kasir dan menemui Bunda Nadia yang sedang mengontrol karyawannya.
9.729.8K viewsOngoingAdded to Library 865 Times as toko nadhira
Read
+Library
Derita Istri Pertama

Derita Istri Pertama

Wanita paruh baya itu hanya bisa berharap jika tidak akan ada orang yang mengganggu ketentraman rumah tangga putrinya lagi. Saat ini Ibu dan anak itu tengah berada di taman belakang rumah Nada. Melihat Nasya dan Karina yang tengah bermain menangkap capung dengan jaring pemberian Pak Jaya. Di lantai dua yang pintunya terbuat dari kaca, tampak Bude Sri, Shanum, Hanum dan dua karyawan yang lain tengah di sibukan dengan mempacking pesanan jilbab. Karena pesanan barang lain sudah di jadikan satu brand dengan marketplace toko Dinada. Kini toko online yang di pegang oleh Nada juga sudah berubah nama menjadi Toko Hijab Dinada. “Iya Ma. Aku harap Rumi dan Galang segera menikah. Agar rencana ini bisa
25.2K viewsCompletedAdded to Library 906 Times as toko nadhira
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status