ANATASYA
Selain irit, Ana rasa berjalan kaki juga bisa menjernihkan pikirannya.
Gadis itu menyipitkan matanya ketika melihat sekumpulan orang yang tengah bertarung. Sepertinya sedang ada bentrok antar geng. Ana bingung, apa ia harus tetap berjalan melewati orang yang tengah bertarung? Dengan tekad yang kuat, Ana tetap melanjutkan langkahnya. Walaupun dengan keringat panas dingin, gadis itu tidak peduli. Yang terpenting dia harus pulang! Pasalnya tidak ada jalan lain untuk pulang menuju rumahnya, selain jalan itu.
Bugh bugh bugh
Hot Chapters