Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Hadiah dari Banyu, Tuan Dalang. Sebuah kelir baru.”
Dengan gerakan dramatis, Petruk menarik kain hitam itu.
Di bawahnya, bukan layar putih biasa, melainkan sebuah kerangka panggung mini yang sudah terpasang. Di tengah-tengah panggung itu, terbaring, diikat, dan tak sadarkan diri—
Kirana menjerit.
“Drajat!” Raka berteriak.
Bripka Drajat, yang seharusnya menjaga perimeter di Alun-Alun, kini terikat dan diposisikan menyerupai figur Yudhistira, Raja Pandawa, di atas panggung mini.
Bab Populer