KUNYIT DARI SARANJANA
Dengan langkah pelan ia melewati para penumpang, menghampiri mesin, ia hendak tau apa gerangan yang menghambat perjalanan kali ini.
“Dasar mesin tua,!” umpatnya.
Mesin L 300, yang sudah berumur hampir sama dengannya, kini muntah oli. Padahal baru kemaren ia bawa ke bengkel, sekarang satu persatu baut di lepas, untuk mengecek apakah ada komponen mesin yang rusak parah. Napasnya memburu, bukan karena takut mogok di tengah hutan, tapi ia tidak enak dengan para penumpangnya kini. Lirikan matanya sesekali melihat kepada barisan mereka di depan yang masih nyaman dalam tidurnya.
Hot Chapters