Cahaya Biru
cibirku dalam hati, sambil tawa kecil terbit di bibirku, mengurangi ketegangan malam itu.
"Eh, itu ada payung," gumamku, mataku menyapu sekeliling kamar yang temaram.
Pada sudut ruangan, ada payung dengan ukuran sedang yang mencuri perhatian. "Astaga, kenapa payung ini ada telinganya?" Dekorasi payung anak-anak dengan karakter kartun menimbulkan rasa syok di benakku. Di situasi yang genting seperti ini, aku justru menemukan barang tak lazim di kamar Biru, cowok yang terkenal berandalan.
Hot Chapters