Istriku Seorang Juragan
Bukan apa, takutnya cibiran yang keluar dari mulut karyawan mini market tadi kembali terulang di kedai bakso soalnya sekarang tubuh kami sudah lengket di telinga, dan ku cium aroma tubuhnya juga agak menyengat, untungnya aku memakai masker jadi agak sedikit terselamatkan sih.
"Di dekat rumahnya a Ujang, kang. Baksonya disana enak, Jingga suka" jawabnya antusias.
Aku mengangguk, emang bakso dekat rumahnya si Ujang paling the best, bukan hanya langganan Jingga saja itu mah tapi juga aku kalau lagi main kerumah si ujang.
"Di bungkus ya, gak usah makan disana" pintaku dengan mencoba untuk fokus menatap jalanan.
Bab Populer