Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
“Aku nggak tahu ini salah atau benar, Rin. Tapi aku tahu … aku nggak sanggup lagi jauh dari kamu.”
Tatapan itu membuat dada Rina seolah pecah. Ia menunduk, mengecup pelipis Fahmi pelan, lalu turun ke pipinya, dan akhirnya kembali ke bibirnya. Kali ini ciuman mereka lebih lembut, lebih tenang. Bukan lagi sekadar lumatan penuh nafsu, melainkan ciuman yang mengandung janji, seolah mereka berdua ingin saling memastikan bahwa malam ini, luka lama bisa sedikit sembuh.