Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Hujan memeluk bumi. Tumbuhan kembali dibuat basah. Kucing-kucing tetangga kedinginan, mereka meringkuk di sebelah tungku perapian. Aroma tanah menguar. Kopi diseduh dengan kebisingan hujan yang turun bergerilya mengamuk atap-atap rumah. Kaca berembun, lantas embunnya jatuh mencetak angka satu yang panjang. Debu-debu sirna. Hujan menggambarkan wajah sesal Fira di sudut ruang. Ia meletakkan telapak tangannya di permukaan kaca. Hujan di luar hendak menjemput titik tangis Fira. Pedihnya menggema di dinding-dinding rumah sakit. Di dalam sana Akhtar sedang mengumpat kedengkian.
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
My Lover is Cheating

My Lover is Cheating

“Malah bengong. Mau nggak dibikin jatuh cinta?” Ya Allah, help. Aku baru ditinggal kawin, baru dilabrak istrinya pacar juga. Apa iya Kang Cihu jatuh cinta padaku? Huaaaaa ... *** Meskipun tak sederas tadi, hujan masih saja mengguyur. Mencipta gemerencik dengan nada yang jauh lebih lambat daripada tadi. Nada yang aku suka, karena selain menyamarkan gelak tawa, bunyinya pun bisa menyamarkan sedu-sedan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Insafnya Sang Playgirl

Insafnya Sang Playgirl

tanya Bulan tak mengerti. "Gue denger ucapan lo tentang pengakuan perasaan gue tadi. Lo bilang gue harus nunggu dan tiba-tiba hujan turun... Gue tanya lanjut atau neduh dan lo bilang lanjut karna udah terlanjur... Dan petunjuk yang Tuhan kasih itu, gue harus tetep lanjut perjuangin lo karna udah terlanjur sejauh ini. Gue gak mau mundur dengan tangan kosong, turun nya hujan sebagai pertanda kalau semesta menyetujui kita!" "Gue doain Rel, semoga gak ada petir atau badai yang ngehalangin perjuangan lo untuk gue! Kalaupun ada, lo harus tetep kembali! Sama seperti hujan untuk memperjuangkan seseorang lagi!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Semesta Aksara 'Sial! Apa yang lo pikirkan dalam situasi seperti ini? Harusnya lo buang jauh-jauh pikiran buruk itu, Aksara!' Batinku menjerit sejak beberapa waktu lalu. Tepatnya ketika Rain mendadak ketakutan saat hujan mulai turun. Dia bahkan bisa memprediksi dengan tepat jika langit malam yang sebelumnya cerah, tiba-tiba dirundung hujan.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dikhianati Kekasih, Dinikahi Bos Galak

Dikhianati Kekasih, Dinikahi Bos Galak

Bukan tidak ingin berbagi cerita, hanya saja, dia tidak mau membebani Kaivan terlalu banyak. “Hujan selalu mewakilkan hatiku yang merasa kesepian dan gundah gulana,” gumamnya. Khayra memutuskan untuk bermain hujan. Karena dibawah guyuran hujan, dia bisa menangis sepuasnya dan sesak di dadanya akan sedikit berkurang.
1033.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Lily
Kisah yang bikin emosi dan ikut merasakan sakit hati yang amat terdalam dan tidak menyangka akan dikhianati seperti ini jelas saja khayra akan membalas dendam sama mereka yang sudah bikin hidup nya hancur, karya novel kak Indri memang tak akui jempol ...... tak pernah di ragukan lagi novel-novelnya ...
Yanti Wijaya
Kisah yg menarik dan selalu q nantikan update y. Penuh konflik dlm kehidupan khayra tp tdk membuatnya lemah.karena ada sosok kaivan yg selalu jd payung pelindung.Like bgt ma pasangan itu kaivan dan khayra. Silahkan simak happy reading.........
Baca Semua Ulasan
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

“ tambah Refans lagi. Mahra segera berlari keluar, tanpa lagi menoleh pada siapapun. Dia mengendarai mobil di bawah hujan yang membuatnya semkain menyayat hati. Entah kenapa setelah bertahan dengan segala penderitaan. Dia harus menerima talak tiga dari suami yang dulu begitu memujanya. Hujan bulan Desember menjadi saksi. Rumah tangganya kandas begitu saja. Mahra menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Sambil menangis tergugu. Meratapi nasip yang cukup malang. Setelah cukup lama dia mengambil sebuah note, Dia menulis sesuatu. Desember 2017 Hujan bulan Desember menjadi saksi bagaimana rumah tanggaku kandas. Cintaku pupus ditelan keegoisan. Yah, aku tidak begitu menguntungkan untuk bisnisnya. Sela
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Retakan yang Tak Terhindarkan Sore itu, hujan turun perlahan, seperti benang-benang halus yang melayang di udara, menari di antara hembusan angin yang lembut namun dingin. Langit memantulkan warna kelabu pucat, seperti kanvas yang dipulas cat air tipis, memberi nuansa sendu pada halaman rumah Bagas dan Naila. Aroma tanah basah yang terangkat dari taman bercampur dengan wangi dedaunan yang terguyur air, menebar kesan tenang namun sarat isyarat akan badai yang mungkin datang—bukan badai di langit, melainkan di hati dua manusia yang tinggal di rumah itu.
9.314.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Tapi cukupkah buat beli hujan? Rian baca headline keras, suara tercekat hujan. N*****x tawar 1 miliar. Kembali ke Vita. Mereka mau beli hujan kita. Naya tegas, tangan gemetar di stroller. Baby Rain di stroller. Lara pegang tangan adik, jari mungil menggenggam erat. Empat suara. Ratna chorus serak, suara naik seperti petir. Live stream 290 juta views. Maya lihat, mata berbinar. Dunia lihat N*****x vs Baby Rain. Lara tegas, suara kecil tapi penuh api. Kita menang. Naya senyum lemah, air mata jatuh ke selimut Baby Rain.
989 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Jemarinya bergetar saat memegang sepotong kertas lusuh yang sudah hampir hancur oleh air—surat cinta yang ditemukan di antara reruntuhan, tulisannya pudar, namun kata-katanya membakar dadanya lebih panas dari bara api manapun. “Hujan ini... seakan menertawakan kita semua, ya?” gumam Satrio lirih, suaranya serak, nyaris tak terdengar di tengah gemuruh petir. Napasnya berat, dada terasa seperti diremas, dan di matanya, kilatan luka masa lalu melintas cepat—wajah Sekar, suara tangis anak kecil, bayangan Citra yang memudar dalam kabut merah. Semua bercampur dalam pusaran rasa bersalah yang tak tertanggungkan. Hujan membasahi luka-lukanya, darah bercampur dengan lumpur, menciptakan garis-garis me
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Kalau itu harga yang harus kubayar, biarlah dunia membaca ulang dengan mataku.” Langit di atas mereka bergetar keras. Hujan tinta turun deras, mengubah tanah menjadi lautan gelap. Di tengah badai itu, cahaya dari keris Lira memanjang, membentuk pena di ujung bilahnya. Ia menulis di udara, huruf demi huruf, sambil berbisik: “Hari kedua, aku menulis bukan dengan darah, tapi dengan keberanian untuk mengingat.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai suara hujan dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status