Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku
Air liurnya hampir menetes, tapi selera makan itu bercampur dengan kegelisahan yang sulit dijelaskan.
Akhirnya, dia memilih menyibukkan diri demi mengurangi kecanggungan.
Tangannya bergerak cekatan. Dia mengambil dua lembar roti, lalu menata selada, irisan tomat, telur, dan smoked beef dengan rapi di tengahnya.
“Kamu tidak mau ikut kami pulang besok?” Suara Lionel memotong fokus Liora.
Liora berhenti sejenak. Gigitan sandwich terasa lebih keras dari seharusnya. Dia mengunyah pelan, memberi waktu bagi pikirannya untuk mengejar jawaban yang tidak sederhana.