Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kultivator Tanpa Tanding

Kultivator Tanpa Tanding

Anda dipersilakan untuk berkunjung. Kata-kata Changying jatuh dengan kacau. Tolong aku... Dia kehabisan kata-kata! Dia menutupi wajahnya yang terbakar, alisnya yang halus berkerut karena frustrasi, jantungnya berdegup kencang. Dia sangat membutuhkan seteguk anggur untuk menenangkan sarafnya. Xie Feng mengangguk, "Reruntuhan Kembali, saya akan berkunjung."
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Rambutnya langsung lepek ketika ia berkeringat. “Mala, aku ingin menanyakan sesuatu. Maaf, mungkin agak private. Tetapi, jujur aku sangat penasaran. Um, siapa Xie … Mei … Xie Ma … ling? Ya siapa Xie Maling? Atau si Maling? Kau sering menyebut Maling saat sakit demam. Aku kira … semenjak kejadian perampokan di rumah membuatmu kepikiran soal maling.”
1042.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Lu Xiao menggeleng dengan senyum tipis. "Kalau begitu mari kita tulis gaya buku terlebih dahulu. Gaya buku milikku biasa-biasa saja, masih jauh di bawah Wang Xizhi yang terbaik dalam gaya ini. Lagipula, tidak ada yang bisa melampaui *Preface to Orchid Pavilion* di dunia ini." Ia perlahan mengambil kuas dan mulai menulis dengan lancar. Kali ini adalah puisi Xin Qiji, *"Ditulis kepada Chen Tongfu."*
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

tanya Wu Shi canggung. "Seperti yang barusan aku katakan, dia Li Bai pemilik Sekte Li. Tentu saja dia ketuanya. Dia sering membanggakan kipas kertasnya, padahal dia hanya orang banci saja," ungkap Xie yang menjelekkan orang itu. Wu Shi sampai sulit berkata-kata jika Xie mengatakan sesuatu tentang orang bernama Li Bai itu. "Sampai keadaan mereda sedikit, kita akan bertemu kembali dengan kakak Lin dan temanmu. Jadi jangan khawatir. Tunggulah di sini," ucap Xie.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
ISTRI KECIL SANG KAISAR

ISTRI KECIL SANG KAISAR

lanjut Tian Ming, suaranya nyaris seperti bisikan. Xiu Jie mengangkat alis, lalu berjalan santai ke meja kecil di sudut ruangan. Ia mengambil sebuah apel merah, mengelapnya sekilas dengan lengan bajunya, lalu duduk di atas tempat tidur. "Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?" tanyanya sambil menggigit apel. "Memangnya Selir Xiyue memberikan perintah khusus padamu?"
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 948 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

lirih Song Hua. "Pulau Es ku...Kuil Es dan Telaga Suci milikku...Semuanya hancur dalam sekejap...Tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat paling nyaman kini telah hancur..." kata Lian Xie dengan wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca.
1076.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
selamanya milikku

selamanya milikku

Ia melihat Tuan Mudanya tersenyum menatap nona Mo Fan Wan yang sedang melihat kaligrafi miliknya. Nona Mo Fan Wan menyentuh setiap kaligrafi dengan sangat hati-hati dengan pandangan penuh kekaguman. Tulisan Xue Yao memang sempurna dan tak bercacat. Ia bahkan sudah berlatih berkali-kali membentuk mantra dengan gaya penulisan Xue Yao. Namun, bahkan dengan latihan yang terus menerus, ia masih tidak dapat menyamai keanggunan tulisan Xue Yao. Xue Ling meletakkan teh di atas meja lalu berdiri di samping kursi yang biasa di duduki oleh Tuan Mudanya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
Xiaoyi Xiaoyan

Xiaoyi Xiaoyan

Bermain di taman bunga dihiasi balon air yang ditiup sang nenek. Itulah aku, Liu Fannyi. Meski selama 23 tahun hidupku tanpa adanya kasih sayang seorang ibu, tidak kurasakan karena ayah selalu berusaha menjadi sosok kedua orang tua. Ceklek. "Xiaoyi, ada apa?" tanya Kak Zao.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai tulisan xie xie
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status