Di Antara Dua Pilihan
Ia merasa egois, ia memiliki dua lelaki yang mencintainya, sementara ia sendiri terjebak dalam kebingungan.
Saat matahari terbit akhirnya Dhara dan Langit kembali bertemu. Gadis ini tersenyum indah bagaikan bunga yang mekar di pagi hari. “Baru pulang, ya?” Sambutnya pada Langit.
“Ya. Tapi saya mau tidur sebentar.” Langit tersenyum seiring sedikit mengacak rambut di puncak kepala Dhara, kemudian melengos.
Hendak menutup pintu, suara klakson menahannya. “Keenan?” Buru-buru Dhara berlari keluar pagar untuk menghampiri. “Kamu ngapain di sini? Masih jam 5, loh!”