Boy & Milly
Boy meraih telapak tangan Milly, mengecupnya singkat sebelum dia bertanya “Gimana rasanya nemenin aku sepanjang hari ini? Kamu suka, kan?”
Milly tersenyum dan menganggu. “Iya, suka. Seru.”
“Kalau begitu, nanti sering-sering datang, ya… bawa makanan juga.”
“Memangnya boleh?”
“Siapa yang nggak ngebolehin? Kamu kan istrinya si pemilik studio,” jawab Boy dengan cepat.
Milly tersipu malu. “Terima kasih, Boy… kamu sudah mau ngakuin aku dan bayi kita di depan semua orang,” ucap Milly dengan tulus.